04 December 2013

Kualitas Wanita


            Duh, siapa sih yang ga kepincut sama wisudawan yang baru lulus. Hm, yeah congrat for u’r graduation. Duh, ngiri gak sama mereka yang udah bertoga, bernama panjang, ber, ber lainnya. Pasti yang didalam kepala mereka, kerja, karir dan mereka yang patut ia cintai.
Kapan giliranku? Kapan waktuku? Kapan aku skripsi? Kapan aku bertoga? Kapan aku berpredikat? Kapan aku menjadi sarjana dan kelak namaku menjadi panjang : “ I Ratih S.Ikom” Hahaha, rasanya ingin tidur dan kelak kubangun aku sudah memakai togaku, ibu dan ayah sudah dihadapanku. Calon suami sudah disampingku, undan gan sudah siap, cattering sudah siap, photografer, wedding organizer sudah fix, penghulu sudah hadir, mahar sudah siyapp, kurang satu. Pengantin wanitanya mana? Lah yang nulis ini siapa? Cepet- cepet ganti baju, ganti kebaya dan,,, dwarrrr buahhahahha. Ah sudah yang masih lama cukup diimpikan dan dikejar, tak usah dipikirkan berlarut-larut.
Yah, kali ini akan kubahas tentang pria tampan dan berkacamata, parasnya semakin menawan. Hm, tapi please, yang kumaksud bukan kecamata hitam, bukan kacamata yang berantai dan bertumpuk dan ber ber lainnya. Ya, aku anggap aku hanya berharap, dan sekejap kulupakan harapanku tersebut. Hahaha, apa daya wanita jika dia hanya berlarut-larut dalam harapan? Mereka juga berhak memiliki gengsi dan menjaga image. Jangan!! jangan kaujadikan kecantikanmu untuk price semata, obral sana sini, dan promo sana sini. Terus, mau kau obral berapa tuh keperawananmu? Mungkin sekarang menurutmu hal yang paling gila, dan surgamu. Hah, apa? Apa kau tak takut dengan neraka Tuhanmu? Jadi kau lebih memilih neraka dunia daripada neraka Tuhanmu. Apa yang sedang dalam pikiranmu mbak? Sist? Gaes? Girl? Neng, apa sajalah yang pantas yang menurutmu pantas. Heran ketika aku sengaja membaca cerita orang tentang keperawanannya. Seakan, itu  aku yang melakukannya, jelas aku merasakan. Kita ini kaum yang sama kita ini kaum hawa. Apa kau merasa kau ini kaum hawa? Sepertinya tidak, kau ini kaum iblis dan bedebah. Aku  menjerit, memang kau tak melihatku secara nyata ketika kumenjerit. Lebih baik mulutku yang menjerit daripata hatiku yang melilit, dan terasa sakit. Kau, mengecup pacar pertamamu, bukan hanya mengecpu mungkin yang ia lakukan pertama kali bukan itu. Dia mengungkapkan cinta, sayang, gombal. Ah entahlah gombal atau apa itu tersera kamu. Ya itu seakan tubuhmang jelas sepertingefly. Mungkin lama kelamaan bukan hanya gombalan yang kau rasakan, tapi uang, materi darinya. Oh, mungkin diasaat itu dia menganggapmu barang dan dia membelimu. Bukan, ini beda dengan mahar. Mahar tak harus menggunakan uang, dan sebaik-baik wanita yang paling murah maharnya. Pernah kubahas itu sebelumnya. Kening yang ia peroleh, ya, kening yang bisa dia kecup untuk hari pertama kau pacaran de ngannya, hari selanjutnya dia sudah menggunakan bibirnya untuk menggapai bibirmu, dia melumatmu. Apa yang kau tanggapi? Kau berhijab , tak malu dengan hijabmu? Rela ketika seorang pria yang melepas hijabmu sebelum datang halalmu? Apa? Kau bodoh, kau khilaf? Kau  khilaf tapi hari selanjutna kau rela dia memelukmu, dan kau terlelap dalam hawa nafsunya. Dia bukan calon imammu, dia bodoh. Hijabmu sudah terenggut oleh kekasih pertamamu. Kau memutuskannya, alasanmu dia hanya membuatmu buruk bukan memperbaikimu. Ha, kupikir kau insyaf tapi ternyata tidak. Kau sudah terbiasa dengan rambut teruai depan umum, bukan hanya itu 3 cm diatas lututmu sudah menjadi hal yang biasa. Sebentar, kutanya dulu kau berhijab aku yakin kau masih Islam. Tapi sekarang apa kau masih Islam? Entahlah, jawab di nuranimu –
Ternyata kau sekarang menjadi orang hebat, iya hebat mengandalkan pria. Dan mereka lahan pekerjaanmu. Bukan hanya uang yang kau peroleh, tapi terkadang sakit dan terkadang bahagia. Sakit sakit, sehari kau bisa menikmati uang jutaan rupiah, ya mungkin cukup banyak client untuk malam ini.

0 comments:

Post a Comment