15 January 2014

Gusti ALLAH Mboten Sare (1)


Part 1 –
        

      Lelah memikirkan teman, lelah memikirkan masa depan, lelah memikirkan ekonomi, lelah memeikirkan masalah dan problematika.
                Kuat? Kenapa kuat, karena dibalik pemikiran ada suatu tindakan. Disamping emosi ada suatu pemikiran yang berlarut-larut. Kalo dibilang egois, iya. Jika dibilang sak enake dewe, iya. Jika dibilang gak perhatian , SALAH.
                Kenapa Sih harus ada kata “ Teman, Sahabat, Kawan, Kerabat” dll. Karena kita makhluk sosial. Kita juga membutuhkan perhatian,
                “Kenapa sih harus ada kata “Pacar, do’I, gebetan” dll. Karena, kita butuh keromantisan, butuh perhatian lawan jenis. (Bukan aku )
                Apa yang menguatkan saya tanpa adanya teman, tanpa adanya pacar? Allah yang menguatkan saya.
Ketika curhat kepada salah satu teman laki-laki.
                “ Gue haus perhatian”
                “ Ah elah miris amat”
                “ Temen gue banyak bangkenya, pacar uda gue putusin”
                “ Oh, jadi karena gak ada orang-orang tersebut lu bilang haus perhatian, Lu lupa sapa yang nyiptain lu? Dia perhatiannya 24 jam nonstop broh, elu aja yang pe’a, masih bilang haus perhatian”
                “ Iya ya, kalo dipikir-pikir, gue egois. Gue bilang, gue haus perhatian, eh buktinya yang nyiptain gue gak pernah tidur”
Secuil narasi yang tidak penting, ya mungkin narasi tersebut sudah biasa kta dengar sebelumnya.
Pelajaran dari tersebut :
                Gusti Allah mboten sare, jangan bilang tanpa keberadaan orang – orang terdekat kita, tidak ada yang perhatian pada dirimu. Allah tidak tidur, Allah Maha Melihat.

0 comments:

Post a Comment