29 October 2014

SUDAHKAH ANDA MENULIS HARI INI?


             Jujur, aku paling sebel sama penulis, calon penulis, atau penulis pemula yang suka nulis di twitter dari copy paste hak milik orang lain. Dan setelah itu dia ngaku–ngaku kalo dia lah pemiliknya. Cabe ah –
                WTF sih, aku gak pernah ngurusin semua itu. Gak ada untungnya juga kan? Salah satu penulis yang aku demen bang Mahir Pradana penulis dari Makassar. Dia unik, dia bisa membawakan kebudayaan Indonesia yang baik. Ada bau Nusantaranya, ah pokoknya thumb up lah buat bang Mahir ^^

               “ Aku memilih kopi sebagai teman menulisku, aku memilih menulis untuk hobiku. Aku memilih memotret sebagai sahabatku, dan aku memilih kamu sebagai kekasihku”, tapi semua itu pasti ada campur tangan manusia. Entah kenapa aku akrab sekali dengan hujan, bau hujan, dan semua yang berhubungan dengan hujan. Karena di balik hujan ada pelangi, di balik pelangi ada kamu.
                “ Carilah perempun yang suka menulis” – Zarry Hendrik

PELACUR

                Aku geram ketika wanita disebut sebagai pelacur, apa lagi wanita itu sendiri yang menamainya. Dia ( Read : Pelacur) pikir kelaminnya adalah mainan pria? Kenapa tidak kau potong saja dan kauberi pada pria dengan harga yang sangat tinggi. Kaugila..
                “ Sudahlah Re, kau jangan berhenti melacur. Jika kauberhenti kaumau makan dengan uang apa? Laki aja lu kaga punya boro–boro suami” Sesha teman se – pelacuran dengan Rere gadis pelacur yang tiap malam dia garap pria yang sudah punya beberapa kepala, ya kepala keluarga apa lagi. Rere melacur karena depresi dengan kepergian Vino kekasihnya yang meninggal pada kecelakaan pesawat ketika mereka ingin berjumpa. Vino sosok pria yang romantis, dia puitis, manis, dan hegenis. Bercanda ,
                “ Sayang, pesawatku delay satu jam, kamu sabar ya sayang”  Setiap kali Vino ingin bertemu Rere dia selalu menghubungi Rere terlebih dahulu.
                “ Ah, sialan sekali pesawatnya sayang kita ‘kan udah dilanda rindu” Suara Re yang sedikit manja.
                “ Iya sayang sabar ya, lov yu sayang” Kalimat tersebut yang keluar dari bibir Vino dan kalimat terahir yang didengar oleh Re.
                “ Lov you too...” Dia merebahkan kepalanya dengan posisi yang nyaman di bantal sambil menekan remot AC yang ada di atas kasurnya. Perasaannya nampak gelisah, dan dia tidak pernah seperti ini sebelumnya. Tapi, di samping itu dia sangat bangga dengan kekasihnya, setiap pertemuan, setiap mereka berjumpa tepat pada tanggal jadian mereka. Bunga mawar putih tidak pernah lupa Vino beri pada pertemuan mereka. Rere menekan remot TV yang ada di sampingnya dia mengganti–ganti channel televisi, dia gelisah, apa yang membuatnya gelisah. Tiba–tiba tangannya seakan akan ingin menekan nomor yang menunjukkan channel berita pagi, matanya terbelalak ketika berita bertuliskan “ Kecelakaan Pesawat di Gunung “ Apa?
                Setelah setahun kejadian kepergian Vino Rere mengalami depresi yang sangat berat, dia tidak mau menemui laki–laki, dia phobia bunga, dia phobia bandara. Bukan phobia tapi hal–hal tersebut membuatnya teringat dengan Vino dan trauma. Setelah depresinya sembuh Rere kembali seperti semula, dia sudah bisa mengikhlaskan kepergian Vino, dan setiap tanggal jadiannya untuk mengenang Vino dia berkunjung ke rumah Vino di Bandung. Mereka sudah betah dengan Long Distance.
Maka dari itu di mana ada jarak di sana ada rindu, di mana ada kamu di sana ada aku . Setahun sekali Rere pergi dengan membawa bunga mawar sama persis apa yang di lakukan Vino ketika bertemu dengan Rere. Masa trauma terlewati, masa depresi telah pergi....




Belum berakhir,
Saya Aya, Terima Kasih ^^
               


0 comments:

Post a Comment