27 May 2015

Selamat untuk ke- 23

KADO YANG DISPONSORI OLEH ABANG
     Selamat ulang tahun! Ciyeh tua, ciyeh! Ciyeh tua tapi masih unyu, ciyeh! (Itulah suara fans-fans saya di luar sana) Terima kasih, Tuhan 26 Mei usia saya memasuki angka 23 tahun. Ya ampun, gila banget, tua ya. Wekawekaweka. Udah tua masih belum dilamar? Astaga, apa dedek ini, Bang? Cuma tangga yang belum punya rumah, atau dedek ini pondasi rumah yang sok kuat, gitu? Banyak sekali doa, dan impian baru yang saya harapkan. Kata orang, udah dewasa, gak usah manja. Masih butuh gitu, minta disebutin semua doa-doa dari dia? Cukup Tuhan dan dia yang tahu, bukan?


     26 Mei 2015. Saya bahagia sekali, dapat ucapan dari Ibu dini hari, banyak sekali doa dan harapan Ibu untuk saya. Ya, tidak jauh, kemudian Ibu pun minta jodoh yang baik. Bu, ketahuilah cari jodoh tidak semudah mencari taoge di pasar. Kemudian, disambung dengan doa-doa Ayah saya. Beliau menginginkan saya cepat lulus, dan dipersunting. Fuhh. Yah, asal kautahu, wisuda itu tidak semudah dosen memberi tugas pada mahasiswanya. Tidak lupa ucapan-ucapan kawan-kawan saya yang nyelekit, doa yang unik, dan lucu. Bullyan mereka, apalagi. Dan doa-doa dari fans saya, o, ya doa mantan pun tak lupa mereka berikan. Mungkin, mereka belum bisa move on dari saya, betul? Atau, mungkin mereka ingin kembali dengan saya setelah saya menjadi cantik dan gemuk seperti ini. Dan, terakhir ada pria yang tiba-tiba romantis di hari ulang tahun saya. Di pagi hari, saya heran tidak seperti biasanya ia berangkat ke kantor terlalu pagi. Ia bilang, ada pekerjaan yang harus diselesaikan. Saya pun mulai curiga. Dan, pada malam harinya dia membawa saya ke tempat, ahhh sudahlah. Saya tidak pengin riya' di sini. Hehehe. Anggap sahaja pada malam tersebut dia berniat melebarkan diameter perut saya. Saya makan terlalu banyak. Tiba-tiba pelayan datang dan membawa tart ke arah saya. Saya menengok kiri kanan, depan belakang. Tidak ada seorang pun di sini kecuali kami berdua. Dan mereka pun bilang "Selamat ulang tahun, Nona manis" (Wekekekekk). Saya tidak terlalu bisa serius, apalagi disuruh romantis. nilai saya nol, mungkin.

    Tidak lama berbincang dengan lelaki tersebut, saya pun mulai memainkan gadget. Duh, saya ini perempuan yang tidak tahu terima kasih. Ia pun menyodorkan ke saya serangkaian bunga mawar putih dan merah. Saya tiba-tiba menjadi geli, saya tidak biasa diromantiskan dengan seseorang. Dan saya menerimanya. Entah rasa bahagia apa pada malam hari ini. Ia masih mengeluarkan kado, dan saya tahu apa di dalamnya. Ya jelas, dia kurang pintar, saya kan suka buka hapenya. Wahahaha, maaf ya, Bang. Dan, mulailah dia berbicara serius, dia pun berkata.....

Bersambung ^ ^
Tidak ada hadiah yang menarik, selain doa
Tabik, Kawan.







3 comments:

  1. Ulalaaa...
    Betapa bahagianya kau orang tua.. 😂😂

    Eitzz lupa kemarin belum keucap, “Jangan jadi tua yang menyebalkan!” 😜

    ReplyDelete
  2. abang rek disebut udah mau disebut, selamat ulang tahun cantik kesayangan endel sak nginden ahahahhahaha, pokok e doa baik2 buat kamu sama abang :*

    ReplyDelete
  3. Dia pun berkata..
    "Kamu tadi nggak mandi, ya?"

    ReplyDelete