15 June 2015

Mengabadikan Moment dengan Kamera Apapun


     "Kamera terbaik adalah kamera yang Anda miliki" - Arbain Rambey
*****
KAMERA HANDPHONE JADUL
   Ada yang ingat, quote tersebut pernah dikatakan oleh siapa? Tidak diragukan lagi, yaitu; Om Arbain Rambey. Saya salah satu yang mengidolakannya. Fotografer yang handal dan tidak diragukan lagi keahliannya. Semua jajaran tukang foto, foto apapun itu pastinya sudah hafal dengan sosok tersebut. Termasuk saya. Saya dulu bercita-cita ingin punya kamera yang besar, nenteng ransel yang besar berisikan berbagai macam kamera mahal, kemudian mengabadikan semua moment yang ada di dunia. Ya, boleh saja berandai-andai, kalau mimpinya seperti saya tersebut, namanya serakah. Mulai dengan memantau beberapa fotografer dan hasil jepretannya rata-rata menggunakan dengan kamera DSLR, dan kamera yang mahal-mahal lainnya. Ya, sepertinya saya belum sanggup. Duh, ngenes hati Adek, Bang. Nanti kalau kita nikah, kasih mahar kamera sajalah, Bang. (-_-). Moment yang kali pertama saya abadikan melalui handphone jadul adalah, adanya pelangi di sela-sela dua kereta api yang berhenti. Ketika itu saya pergi merantau ke Surabaya, ketika naik kereta gerimis di pagi hari pun datang. Tidak sengaja turun dari kereta api, hujan pun reda dan saya melihat ada pelangi. Saya pun secepat mungkin mengambil handphone tua saya untuk golden moment tersebut. Meskipun tidak tampak jelas sekali, setidaknya ada sedikit pelangi yang saya abadikan dalam handhpone saya. *Kemudian Cinderella pun bahagia*
 
FOTO MENGGUNAKAN KAMERA HANDPHONE
ES SIWALAN, LAMONGAN (MENGGUNAKAN KAMERA HANDPHONE)
FOTO MENGGUNAKAN KAMERA DSLR
FOTO MENGGUNAKAN KAMERA DSLR
FOTO MENGGUNAKAN KAMERA DSLR
FOTO MENGGUNAKAN KAMERA DSLR
       Belajar fotografi jangan setengah-setengah, itu yang saya tanamkan di diri saya. Mulai dari kamera handphone jadul, handphone bagus, mahal, murah, sampai kamera DSLR minjam pun saya lakukan. (Niat banget ya, Neng). Ketika melihat kamera handphone, di era baru ini, mulailah saya mengenal foto selfie bagus. Saya belajar menggunakan kamera handphone, ternyata semua hal itu sulit jika kita belajar teori tanpa praktek. Motret makanan saja susahnya minta nikah. *Abaikan kata terkahir*. Sering saya memotret makanan saya setelah berdoa, (cieh), dan meng-uploadnya ke berbagai media sosial. Tujuan saya banyak, salah satunya adalah, makanan yang saya makan agar ter-eksplor. Bukan hanya riya semata.Setelah memotret menggunakan kamera handphone, saya pun belum puas. Saya mulai pinjam ke sana ke mari yang namanya kamera DSLR. Mulailah kepala Marsha ini pusing, mengenal ISO, shutter speed, diafragma, auto, potret, landscape, dan teman-temannya. 

     Berawal dengan komunitas pecinta fotografi, saya mulai bersemangat mendalami belajar tentang foto apapun. Mengabadikan moment bagi saya merupakan hal yang sangat penting, apalagi golden moment. Rasanya kalau tidak mendapat moment, bak baru saja jatuh cinta kemudian ditinggal pergi begitu saja. Pedih. Kembali lagi dengan golden moment, biasanya adanya golden moment bikin kita kebingungan, bagaimana cara mengabadikannya? Kalau tidak bawa kamera canggih, apakah kita harus mencari kamera yang canggih dulu kemudian memotret. Wassalam saja, moment itu akan hilang kandas dengan seketika. Belum lagi kalau kita bingung, memotretnya dari angle manakah? Sebaiknya, jika menurut hati nurani Anda bagus, bidik saja dan potret! Bukankah foto yang bagus itu jika didasari dengan hati.
DIFOTOIN
FOTO MENGGUNAKAN KAMERA DSLR
FOTO MENGGUNAKAN KAMERA DSLR
FOTO MENGGUNAKAN KAMERA DSLR
     O, ya merujuk ke quote Om Arbain, jangan permasalahkan apa kameramu. Hasil itu lebih penting dari segalanya. Saya pernah berkunjung ke Pantai Payangan yang ada di Jember.Saya datang ke sana untuk mengeksplor tempat ini dengan hasil foto dan tulisan saya. Tulisan pun mempengaruhi dari sebuah foto. Bayangkan saja, jika suatu foto tidak ada caption. Belum tentu seseorang paham dengan foto Anda, bukan? Jika sudah mendapatkan moment yang kita mau, sebaiknya jangan lupa share ke orang lain, apapun medianya. Agar, semua yang kita foto bisa ter-eksplor.

     Biasanya saya juga menyempatkan traveling ketika waktu libur, untuk mencari mement dan refreshing. Kadang suka capek jika traveling menggunakan motor saja, pengin sekali naik mobil. *Bang kode nih*. Ketika blog walking, sambil cari tempat mana yang harus saya tuju, saya kepikiran dengan cari mobil juga. Hihihi. Mimpi boleh, kan ya? Siapa tahu si jodoh lagi nyiapin. Nah, saya tertarik dengan mobil Toyota Agya, nih. 

AGYA

     Jika sudah punya mobil sendiri, kan nyaman. Mau traveling, hunting foto jadi semangat. Hihihi. ^ ^


Tabik, Kawan.





28 comments:

  1. pelangi di 2 kereta keren, padahal cuma menggunakan kamera hp.Setuju banget deh sama quotesnya om arbain :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, itu foto paling mengesankan :D

      Delete
  2. Aku termasuk yang suka fotoin sunset atau sunrise, Ka Aya. Tapi karena ga punya kamera DSLR ya pake HP biasa.. :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, kalo pake kamera HP saja bisa, kenapa harus pake yang mahal *iklan

      Delete
  3. Buatku elemen utama fotografi itu: cahaya, lensa dan komposisi. Kalo udah menguasai hal itu, tinggal sering-sering dilatih aja udah mantabh surantabh!

    ReplyDelete
  4. wah...fotonya keren2 nih si Aya...

    ReplyDelete
  5. Untuk foto di blog, aku lebih suka menggunakan Galaxy E ku dibanding DSLR atau camdig, lagi suka edit pakai vscocam soalnya hoho

    ReplyDelete
  6. tetep keren mas walaupun pakai camera handphone

    ReplyDelete
  7. Fotonya keren, baik yang pake kamera hape atau dslr. yag penting motret dengan hati pasti hasilnya bagus.

    ReplyDelete
  8. Ternyata gak harus nunggu punya kamera DSLR dulu untuk mengabadikan setiap moment. Kamera Handphone pun bisa, asal tahu cara menggunakannya.

    Makasih untuk ulasannya, karena menjadi pencerahan buat saya pribadi.
    Salam

    ReplyDelete
  9. Hii saya masih suka ga pede lho kalau mau jepret2 makanan pas lagi makan di luar, ntah pake hape or kamera digital, masih ada rasa sungkan, padahal pengen lebih banyak ngeblog soal makanan2 kesukaan meski di warung2 sederhana

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kuncinya harus pede dulu, Mbak :))

      Delete
  10. Aku juga.,..menggnakan kamera apapun, pokoknya harus terabadi deh momen itu, hehehe...bagus mbak foto2 peragawatinya, hehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wakakakak, yang moto juga lebih kecee :D

      Delete
  11. cieee fotonya bagus sis
    yah saya mah juga gitu, menurut saya fotografi itu sebuah ideologi, mindset, dan way of life #lebay :D

    apapun kamera dan alat yang digunakan, sing penting iku man behind the cameranya sis,
    malah sekarang lagi getol pakai ponsel dan foto apa saja dengan mengandalkan ponsel lalu diunggah ke Instagram :D

    ReplyDelete
  12. Aamiin, semoga cepat punya Agya ya :)

    ReplyDelete
  13. Tapi hasilnya keren kok mbak hasilnya.. Apalagi Agya nya tambah keren

    ReplyDelete
  14. setuju sama quotesnya,, mengabdikan momen itu ya dengan kamera yang kita miliki dan kamera apapun :))

    ReplyDelete