10 January 2017

Opulent Minuman Segar Harga Pasar Rasa Internasional

Opulent Minuman Segar Surabaya –  Cuaca pada akhir-akhir ini kadang tidak teratur. Sedikit panas, eh bentar lagi hujan turun.  Pastinya kita harus peka dengan tenggorokan kita. Harus tahu minuman apa yang segar-segar dinikmati namun tetap enak di tenggorokan, ya kini di Surabaya sudah hadir minuman segar Opulent yang memiliki banyak varian rasa, di antaranya; lemonade, Cokitkat, White Cho, Lychee, Cobury, Cincau, Popcorn, dan masih banyak lagi.




Opulent berdiri sejak satu tahun yang lalu, pendirinya adalah sepasang suami istri yang memang berbakat di bidang usaha. Dari hal kecil, hingga pemasaran mereka perhatikan dengan detail. Sehingga pemasaran produk mereka pun berkembang secara pesat. Kadang mereka jual online, kadang jual offline di rumah mereka sendiri. 

Dari segi bahan mereka memakai bahan yang alami, dan tanpa pengawet, atau pemanis buatan. Maka dari itu minuman Opulent disajikan secara fresh tanpa pemanis buatan dan ketahanannya pun tidak cukup lama jika tidak dimasukkan ke dalam lemari es. Bukan hanya itu dari segi packaging opulent pun sangat menarik. Namun meskipun dengan kemasan yang bagus, harganya pun masih harga standar.














Oleh sebab itu tidak usah repot-repot untuk ke kafe mahal dan meghabiskan kocek banyak, lebh baik beli di Opulent rasanya pun membuat ketagihan. Siapa yang tidak ketagihan, sebotol pun pasti masih kurang. Sesuai tagline Opulent, Shake your mouth, and enjoy your drink!

Minuman home made Opulent sudah sepantasnya untuk mendunia, maka dari itu peran social media pun sangat penting sekali. Apalagi dalam hal promosi sekaligus penjualan. Opulent bisa didapatkan melalu contact person di line atau bisa juga lihat di instagram @opulent.id

Tabik, semoga bermanfaat ^ ^
 

Libreria Eatery, Rekomendasi Kafe Bernuansa Perpustakaan di Surabaya


Rekomendasi kafe bernuansa perpustakaan di Surabaya – Doyan makan dan suka baca buku juga? Kadang sulit untuk menemukan tempat yang oke. Nah baru-baru ini saya habis datang ke kafe yang okee banget buat kalian si penyuka buku, atau library holic, ehehhehe. Di Surabaya terdapat kafe yang unik “Libreriaa Eatery” . Kafe tersebut menawarkan desain yang lucu, vintage, dan berkesan bagi pelanggannya.

 
Kafe yang memiliki dua lantai ini, cukup tergolong nyaman dan lumayan luas. Saya kira sempit sekali, seperti kafe-kafe kecil pada umumnya. Ternyata tidak. Oya di Libreria Eatery di beberapa sudut memiliki rak buku yang cocok untuk kalian baca bukunya. Namun, saying sekali lampu di sini kuning. Ya, kalau menurut saya tidak baik untuk si kutu buku membaca di sini ketika malam hari dan keadaan cahaya yang seperti itu. Nah, lebih bagusnya kalian yang ingin berkunjung ke Libreria Eatery sebaiknya datang di siang hari. Ehehehe.

Oya, recommended banget bagi kalian yang ingin mengerjakan tugas di sana. Selain tempatnya nyaman, wifinya kencang *ketauan banget pemburu wifi kafe wahahha* Its oke! Ada salah satu ruangan yang saya suka, ada ruangan yang di lantai dua dan berkesan perpustakaan sekali. Ya, ruangannya ada di atap. Hmm, begitu unik idenya.




Selain tempat yang mengasyikkan, ternyata Libreria Eatery ini juga menawarkan makanan yang lezat sekali *seriusan gak booong*. Ya tapi begitu, ada harga, ada rasa. Eheee. Saya pesan Hot Beef Rice. Ya, map saya kira hot panas, aduh oon banget deh Aya. Hot pedass, ternyata! Wakakakak *duhh ketahuan Bahasa Inggris saya belum mahir* Rasanya itu seperti nasi yang ditaburi dagang, kemudian saya lupa sepertinya diberi irisan bawang merah. Baunya menggoda sekali, rasanya pedasnya super! Untung saya suka pedas. Terus saya mencoba firench fries juga, kalau tidak salah diberi saus keju mozarela. Tapi dikit banget Ya Tuhaaan, sedih amaat! Padahal sausnya enak. Hiks. Untuk minuman, segar juga lemon tea-nya dan hazelnut latte. 




Oya, enaknya di sini kalau kalian punya kartu pelajar discount 15% (saya lupa2 inget, maapkan).  Pelayan tergolong ramah, jadii kapan kalian ke Libreria Eatery? 

Harga Menu yang kami pesan
Hazelnut Latte 33.000
Cheesy Wedges  29.000
Ice Lemon Tea 25.000
Honey Lemon Lime 23.000
Hot Beef Rice 30.000
Chicken Roulade 50.000
PPN 10% (yaelah muter aja wkwk)
Jadi, estimasi kalian kalau mau ke Libreria Eatery bawa uang 100k each person. 9Kalau gak ditraktir kayaknya gak sanggup ke situ wkwkwkwkkw)

Jl. Raya Gubeng no 89 Surabaya
Telepon 081231894567
Open Hours 10.00 – 23.00 WIB

(PS: Maapkan fotonya aneh, emang niat makan sih sebenernya bukan niat foto, eh foto produk ding. Duh Aya gimana sih, gak jelas udah kayak restu dari ortu, eehhh)

Tabik, Semoga bermanfaat ^ ^




23 December 2016

Pahlawan Ekonomi 2016, Ajang Usaha Kecil Mendunia di Surabaya


Surabaya, adalah salah satu kota tujuan pertama saya untuk berilmu. Di kota pahlawan ini saya sudah merantau hampir 5 tahun. Jika ditanya beberapa teman,
 "Kamu kuliah di mana?"
 "Oh Surabaya yang terkenal prostitusinya kan?" Berbagai pertanyaan tersebut selalu membuat saya kepikiran.
*****

Tak lama, 2016 di awal bulan saya sempat berkunjung ke Dolly, yang sering didebatkan oleh public. Saya berusaha mengetahui bagaimana keadaan eks-lokalisasi yang sekarang.  Akhirnya saya bisa bertemu dengan sekelompok Ibu ibu yang membatik di Jarak, Dolly. Saya berbincang dengan Mbak Fitri sekaligus ketua dari UKM Batik Tulis Jarak Arum. 

Mbak Fitri menjelaskan tentang keadaan eks-lokalisasi Dolly yang sekarang, sudah berubah hampir 80%. Sudah tidak seperti dulu lagi. Salah satunya UKM Batik Tulis Jarak Arum, nama yang diambil dari kampungnya. Batik Jarak Arum produksinya mulai berkembang, apalagi pada saat ini sudah difasilitasi adanya Pahlawan Ekonomi.

 ibuk e arek Suroboyo




Bicara perihal Pahlawan Ekonomi, pada Sabtu 3 Desember 2016 Anugerah Pahlawan Ekonomi digelar di halaman Taman Surya, Surabaya. Acara yang diikuti dari beberapa UMKM dari ribuan UMKM tersebut dimulai sejak pagi pukul 06:00 yang dibuka oleh Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya. 

Di acara tersebut banyak sekali stand-nya, di antaranya ada stand fashion, houseware, shoes and bag, pastry and bakery. Bukan hanya itu, dalam jalannya acara juga ada perlombaan gerak dan lagu yang mana mengusung jingle Pahlawan Ekonomi.
Pada Pahlawan Ekonomi atau yang kerab disebut PE saya dipertemukan kembali dengan Mbak Fitri dari Jarak Arum. Batik dari Dolly tersebut dipasarkan di PE. Mbak Fitri tidak pernah bosan bercerita yang giat mengembangkan produk dari eks-lokalisasi Dolly tersebut menuju MEA (Masyarakat Ekonomi Asean).





 Mbak Fitri
Selain batik tulis Jarak Arum, saya juga bisa berbincang dengan owner Ayu Cookies, Bu Maryana Fitria (43) dari Kecamatan Bubutan. Awalnya cuma lewat depan booth-nya eh ternyata Ibu Maryana menggoda perut saya “Ayo Mbak brownies walohnya dicoba, enak lho Mbak” Saya pun tergoda dan terlena, wehehehhe. 

Ibu Maryana ini tidak lelah menggoda saya, selain brownies waloh, beliau juga menggoda saya dengan sus super keju, dan saya pun membelinya karena ketagihan dengan testernya. Sembari mencicip, beliau menjelaskan tentang Pahlawan Ekonomi, karena PE usahanya berjalan lancar sampai bisa terjual ke Hongkong, Belanda, Singapore, dan Negara lainnya. Sebelum ada PE, packaging Ayu Cookies tidak semenarik sekarang. Beliau banyak belajar dari PE, oleh sebab itu beliau berharap agar PE terus maju, lancar, dan usaha kecil bisa mendunia. 


 Ibu Maryana owner
Setelah tergoda dengan Ayu Cookies, haus pun datang. Saya menuju stand minuman. Menemukan jamu Ombe Seger Waras dulu  saya menemuinya masih memakai gerobak, istilahnya masih jamu gendong. Ternyata packaging sekarang lebih menarik. Jamu Bu Sutinem (owner) layak diduniakan. Jamunya selain enak juga segar karena jamu tersebut resep dari nenek moyangnya, kata Bu Sutinem.

 dulu sampai skrg, sebelum packaging (doc; pribadi)

 semakin ramai dengan packaging yg unik
Pahlawan Ekonomi memang juara dalam mengembangkan UMKM. Jadi UMKM yang berpartisipasi dan unik wajib diapresiasi. Saya tak lelah menunggu siapa sang juara. Beberapa pemenang lainnya dari berbagai macam kategori; Home Indsutry, Creative Industry, dan Culinary Business. Tak disangka-sangka Bu Maryana dari Ayu Cookies menjuarai kedua dalam kategori Home Industry. Ibukkk selamaaat Ibuu, pastry-mu memang menggoda! 




Berikut beberapa jawara Pahlwan Ekonomi 2016 sesuai kategori:
Kategori Home Industry
Juara pertama; UKM Diah Cookies produk kue kering asal Kecamatan Genteng.
Juara kedua: UKM Ayu Cookies, produk Kue Kering asal Kecamatan Bubutan.
Juara ketiga: UKM Ersetep dengan produk keset karakter asal Kecamatan Gubeng.

Kategori Creative Industry:
Juara pertama: UKM KNR produk dompet, tas, sulam dan bordir dari Kecamatan Karangpilang.
Juara kedua: UKM 101 True Fashion Earth produk aksesoris dari bahan hasil alam asal Kecamatan Mulyorejo.
Juara ketiga: UKM Surya Galery produk andalan batik jumput dari Kecamatan Gayungan.

Kategori Culinary Business (CB)
Juara pertama: UKM Kecamatan Krembangan, yakni Dupak Makmur Bersama (DMB) Catering lewat aneka produk catering.
Juara kedua: UKM Larisma produk aneka olahan daun semanggi dari Kecamatan Sambikerep.
Juara ketiga: UKM Cuk Judes produk bakso hitam dari Kecamatan Sawahan.


Ada juga Top of The Top

Kategori Home Industry (HI): Yuli Food produk makanan cireng, cilok dan sosis dari Kecamatan Tandes.
Kategori  Creative Industry (CI): UKM Batik Alsier produk unggulan aneka kain batik asal Kecamatan Rungkut.
Kategori Culinary Business jatuh pada UKM Akwan Cake produk aneka kue basah dari Kecamatan Bubutan

Anugerah Pahlawan Ekonomi 2016
Di penghujung acara Anugerah Pahlawan Ekonomi 2016  diiringi dengan  hujan dan kemeriahan para peserta yang antusias mengikuti dari awal sampai akhir. Banyak harapan menuju 2017 terutama untuk Pahlawan Ekonomi, semoga selalu lancar agar lebih mendunia karena produk lokal, khususnya dari Surabaya. Karena adanya PE, saya bisa membanggakan ke teman-teman saya, Surabaya selalu kreatif!

Tabik,

Semoga bermanfaat ^ ^