Powered by Blogger.

Surabaya Vaganza 2018, Wajah Baru Kota Pahlawan

by - May 09, 2018

Surabaya Vaganza 2018, agenda tahunan yang bukan sekadar mengejar popularitas, tapi selalu bermakna dan menjadi magnet bagi pengunjung maupun peserta. Kini memasuki Bulan Mei,  bulan yang dinantikan masyarakat Surabaya. Tampaknya waktu bergulir cepat, baru kemarin Surabaya menginjak usia 724 dan saya ulas di sini, tapi kini akan memasuki 725 tahun pada 31 Mei, nanti. Wujud selebrasi Kota Pahlawan tersebut rupanya mempunyai wajah baru pada acara Parade Bunga & Budaya dengan tajuk “Surabaya Vaganza”—dalam artian memperkenalkan ragam budaya yang ada di Kota Pahlawan. Namun, juga mempunyai tujuan utama, yaitu sebagai ajang pesta bagi warga Surabaya.  Acara yang sungguh meriah digelar pada Minggu, 6 Mei 2018 dengan panjang rute sekitar 5,6km mempunyai start dari Jl. Pahlawan hingga finish di Taman Bungkul. 

Surabaya Vaganza 2018 dari eks Siola
Tidak sia-sia bagi saya, salah satu perantau yang datang ke lokasi sebelum fajar tiba. Sembari memerhatikan sebagian peserta mempersiapkan, seperti Arini (27) perwakilan dari Bank Mandiri. Demi menyempurnakan jalannya acara, ia dan kawan-kawannya menghias mobil dengan menahan letih sejak pukul 9 malam, “Setiap tahun kami ikut memeriahkan, kapan lagi ikut acara yang megah seperti ini? Kami tidak menuntut banyak untuk Surabaya dalam ulang tahunnya ini, yang paling utama, semoga Surabaya selalu sukses dan menjadi terdepan dari kota lainnya,” ujarnya.
siap siaga
suwun rek, wani tertib
Mr. Pujo dengan sepeda kunonya
Portrait Veteran
swafoto
cantik
in action
prepare
prepare
persiapan
Ibukke arek-arek
Waktu menunjukkan 6 pagi, peserta semakin berdatangan, pengunjung pun semakin riuh. Surabaya Vaganza diikuti 83 peserta dari beberapa kalangan yang mana 41 dari mobil hias dan 42 peserta pawai budaya. Adapun komunitas unik seperti pejuang veteran yang memakai sepeda ontel—Pujo (78) salah satu pejuang veteran si pemilik semangat tinggi dengan sepeda kunonya dari jaman kemerdekaan. Ia—dengan pakaian putih dan topi kabaret cokelat menjelaskan,”Saya bangga atas Surabaya yang semakin berkembang dan modern hingga detik ini. Ingat betul, bagaimana ketika saya masih ‘bocah’ pernah menyelinap ke markas hanya untuk meminta sepotong roti, dan merasakan Surabaya jaman dulu, banyak perjuangan. Harapan saya untuk Surabaya, tercapai semua yang dicita-citakan, tidak ada perkelahian meskipun dengan latar budaya ataupun agama kita berbeda, yang penting tetap bersatu, dan memegang teguh Bhinneka Tunggal Ika” kata laki-laki kelahiran Blitar.
peserta pertama, paskibraka
drum band in action
India menari
berbaris rapi

ekspresif

Bali

Barongsai in action

Komunitas Sepeda Onthel

maafkan swafoto saya yang seperti anak ayam dilarang bermain oleh induknya

Surabaya Vaganza pun dimulai pada pukul 07.45 WIB. Wali Kota Surabaya—Tri Rismaharini menuturkan,”Warga Surabaya tidak boleh mudah putus asa atau menyerah, meskipun kota metropolitan kita harus siap bergotong royong, semua masalah yang ada diselesaikan secara bersama-sama, yang mana belajar dari nenek moyang kita dulu untuk menciptakan Surabaya yang berprestasi bukan hanya di tingkat nasional melainkan internasional,”. Selang beberapa menit kemudian, Surabaya Vaganza 2018 dibuka dengan mengibarkan bendera, kemudian dilanjutkan barisan paskibraka untuk peserta utama. Dengan tertib peserta jalan perlahan, tarian dari Bali yang lemah gemulai menyihir penonton. Tak lupa panitia mengamankan barisan penonton di bahu jalan dengan kertas bertuliskan “Suwun, Rek. Wani Tertib”.
tetap aman
Bukan pangeran berkuda putih
DKRTH dari eks Siola
riuh penonton
Papua
ramah anak
tetap menonton
Banyak perwakilan dari peserta yang membuat saya terpukau, seperti Budaya dari Bali, Nias, Lampung, Reog Ponorogo, komunitas India, Dayak, perwakilan dari pemkot dengan mobil didekorasi bunga secantik mungkin yang menyerupai burung, dan di barisan terakhir yang tak kalah keren dari lainnya pasukan kuning dari DKP (Dinas Kebersihan dan Pertamanan). Acara pun usai sekitar pukul 10.30 WIB, pasukan kuning dengan sigap membersihkan sampah di jalan, mereka salah satu pahlawan yang berperan penuh untuk Surabaya. Namun, warga Surabaya juga peran penting untuk menjadikan Kota Pahlawan lebih baik.
pahlawan
pahlawan
in action

Dalam rangkaian HJKS (Hari Jadi Kota Surabaya) ke-725 bukan hanya Surabaya Vaganza saja yang megah, tapi selain itu masih banyak agenda yang digelar di antaranya; Surabaya Health Season, Surabaya Shopping Festival, Surabaya Fashion Parade, Pasar Malam Tjap Toendjoengan, Festival Rujak Uleg, dan Upacara HUT Surabaya 725 pada tanggal 31 Mei 2018.


Sekali dalam setahun, selalu mempunyai kesan terbaik untuk penonton ataupun peserta, termasuk saya. Bangga atas Surabaya dalam segala hal, terlebih adanya Surabaya Vaganza. Banyak asa untuk Surabaya yang perlu digapai, Dirgahayu Surabaya yang ke-725 semakin mendunia dan menjadi kota terbaik!

Berikut cuplikan video Surabaya Vaganza dalam satu menit

Tabik,
semoga bermanfaat



You May Also Like

9 komentar

  1. Oh iya, Mei adalah bulannya Kota Surabaya. Banyak agenda pastinya.
    Seneng sih lihat pawai/karnaval yang tertib dan penampilannya bagus. Nggak kayak karnaval 17an di kecamatan yang isinya orang-orang nggak jelas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kenapa biisa nyebut orang-orang gak jelas? :D

      Delete
  2. iya keren banget ini acaranya kak, kmrn aku juga hadir and I felt so amazed with that moment

    ReplyDelete
  3. wah, meriah bgt ya acaranya, pawainya, dan masih salut dg cara kota Surabaya mengelola kebersihan kotanya,,

    ReplyDelete
  4. ramenya luarrr biasaa ya

    ReplyDelete
  5. Karnaval pagi2 gini asyik buat fotografer tapi kurang asyik buat peserta ya, kepanasan ahahaaa. Kalo Jogja seringnya malam. Jarang yang siang

    ReplyDelete
  6. keren banget kak acaranya, coba di semua kota Indonesia adain acara ini. pasti seru heheh

    ReplyDelete