29 October 2014

Tukang Tenun Karpet - Tuhan Nggak Ngasih Saya Anak



Selamat membaca....

     Mbah Sup, sering dipanggil seperti itu pemilik nama lengkap Supiyati. Umurnya sudah enam puluh satu tahun. Dulu dia pernah punya suami, tapi suaminya sudah dipanggil Yang Kuasa mendahului dia. Pekerjaan sehari-harinya menenun karpet benang. Mbah Sup tinggal di Lamongan Jawa Timur. Yang disinggahi sekarang rumahnya, yang mana diberi bosnya. Rumahnya sekarang lumayan, daripada yang dulu ketika beliau masih tinggal dengan suaminya. Dulu rumahnya masih terbuat dari bambu. Luasnya pun tidak melebihi kamar kita pada umumnya. Rumahnya tidak ada ruangan untuk ruang tamu, semuanya jadi satu. Kamar tidur, dapur, dan tempat nenun. Gajinya setiap delapan hari mencapai delapan puluh ribu rupiah. Itu pun harus menyelesaikan sebelas potongan karpet. Dari pagi sampai sore beliau menenun di rumahnya. Alat tenunnya pun sudah rapuh. Kemarin saya sempat bertanya pada beliau.

“Mbah punya anak?”, tanyaku.
“Saya tidak dikaruniai Tuhan anak, tapi nggak papa, saya masih bisa bersyukur,” kata beliau. Saya pun tersenyum, menangis dalam hati, iba.

            Sehari-harinya Cuma ditemani mesin tenun, televisi, radio jaman dulu, dan Tuhan pun selalu menemani.

Sosok Mbah Sup serius menenun (Fotografer: Aya)





Mesin tenun Mbah Sup yang masih setia menemaninya (Fotografer: Aya)



 Saya Aya, terima kasih ^^


2 comments:

  1. Yang tidak punya anak pengin punya anak, yang sudah diberi anak ada yang menyianyiakan atau malah ada juga yg sampai tega membunuhnya. :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang belum nikah pengin cepet punya anak :p

      Delete