19 January 2015

GENGSI, UNTUK APA?

DOKUMEN PRIBADI

Dear; Pejuang LDR

Gengsi (n) Kehormatan dan pengaruh; harga diri; martabat.

Banyak orang  yang berjuang untuk menang, dengan memakan gengsi. Untuk apa? Percayalah, yang suka makan gengsi, dia adalah orang yang kuat. Kuat menahan kangen, kuat menahan sedih, dan berpura-pura dalam kebahagiaan.  Gak percaya?

Saya punya sedikit cerita, judulnya “Mie Instant”

Sabtu malam, malam Minggu. Ya, begitulah tepatnya. Tono yang lagi menekuni  hobinya, dia pun  pergi ke Negeri Jiran untuk kursus memasak. Dia mempunyai hubangan jarak jauh, alias LDR dengan kekasihnya Juminten, panggil saja Ju.

“Ini kwetiau basah, gimana keren, kan?” Tono mengirim gambar lewat BBM ke kekasihnya yang berada di belahan dunia, tepatnya dia tinggal di Ngagel. *cari tahu sendiri*

“Cieh, kamu tambah pinter masak,” Ju pun menyengir, balas BBM sambil ngupil dengan dua jari kelingking.

“Iya, dong. Gimana? Kamu tambah sayang, kan?”

“Setiap hari, tanpa kamu memasak pun, sayangku selalu bertambah” Ju pun menjelma menjadi perempuan. *Lah*

“Uhuk, icikiwir, goyanggg”

“Tapi, aku gak bisa memasak, gak kayak kamu, Ton”

“Masa? Masak Mie instant, bisa? Masak tumis kangkung, tumis kacang?”

“Kamu nyindir aku? Kan udah kubilang, ak gak bisa masak!” Amarah Ju pun meledak, bak lemparan bom.

“Aku, kan cuma tanya”

“Kamu itu nyindir aku,” &%%$#$%^&*((&&**&^*

Dan, terjadilah perang dunia ke sekian.  Saling delcont, dan saling menghapus akun media sosial. Dan, selanjutnya....
Esok harinya, Ju pun mematikan semua ponsel, dia berpikir kalau si Tono bakal nyariin dia. Padahal, waktu Ju menyempatkan buka ponsel, tidak ada satu pesan pun dari Tono. Drama pun dimulai. Ju mulai galau, dan dia mencoba menghubungi Tono. Ju pun gak peduli, sisa pulsanya ada berapa. Dia mencoba menelpon Tono, yang ada di Negeri orang.

“Tutt, tuutt”

Hening.......

“Tut tut tut tut” Ju berusaha menelponnya lagi.

“Maaf, pulsa anda tidak mencukupi”

            “Tono kampret” Ju pun mulai mewek. Galau lagi.

***
            Ju pun , kembali mematikan semua ponsel. Dia mau berusaha meninggikan gengsinya. Dan, Tono selama beberapa waktu belum ada kabar. Semoga Tono masih dilindungi, dan mereka kembali menjadi pasangan teromantis di tahun 2015. Aamiin!!

            Di balik layar; sebenarnya Ju marah ke dirinya sendiri, karena dia tidak bisa masak. Bukan marah, karena Tono menyindirnya. Hari gini, perempuan gak bisa masak? Haloo, hahahha, ketawa depan kaca.

            Kenapa masih ada gengsi pada sebuah hubungan? Bukankah mereka saling mencintai, bukankah mereka saling bahagia, atau saling sedih? Jadi, untuk apa gengsi? Gengsi untuk menang? Hah? Gak mau ngalah? Hah? Salah, seharusnya kita harus belajar mengalah, bukan berarti kalah!


8 comments:

  1. kasihan si ju,jadi mumet-ndhase.com gara2 ulahnya sendiri...

    mampir ya ke http://mumet-ndhase.com

    ReplyDelete
  2. Baru nemu orang pacaran masih gengsi-gengsian

    Blogwalking : http://www.firstanrude.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, dong. Harus gengsi, wekaweka :D

      Delete
  3. nggak usah gengsi2, gengsi harap dibuang deh :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, gengsi harus dibuang. Tapi, sulit, Kak. :(

      Delete
    2. Y udh telen aja deh kalo gt .. jadi kalo kangen sama gengsi keluarin aja...wkwkwj

      Delete