12 January 2015

MENIKAH ITU PENTING, BUKAN YANG PENTING ITU MENIKAH



sumber
            “Harapan kamu di 2015, apa?”
            “Sehat selalu, diberi banyak rezeki, dan bisa menikah di 2015”

Memangnya, semudah itu bilang menikah? Memangnya sudah siap semua, dari lahir batin, maupun materi? Memangnya, usia kamu sudah cukup, untuk membina rumah tangga yang baik? Memangnya, memangnya, memangnya? Kalau banyak pertanyaan memangnya, lalu, kapan kamu menikah? Talk less do more!

Bukankah, rumah tangga yang bahagia itu atas dasar cinta dan kasih sayang, bukan? Haruskah membina rumah tangga dengan terburu-buru? Jika menikah bahagia hanya di awal, untuk apa? Sulit, untuk mempertahankan hubungan rumah tangga. Apalagi yang diajak menikah, mempelai  perempuan yang usianya baru baligh. Apakah dia sudah siap membina keluarga? Baru saja, ingin menikmati masa remaja dengan teman-temannya, tapi kebahagiaannya sudah direbut. Tiba-tiba, harus mengurusi rumah tangga, suami, dan anak-anaknya. 

“Menikah itu nikmat, asal sudah halal, berhubungan intim dengan suami itu, pahala banyak”
“Menikah itu nikmat, biasanya yang salat suka bolong, suka tidak berjama’ah, kalau ada suami bisa diimamin. Dicium pula keningnya, kalau usai salat”
Lah, kalau yang masih pacaran sampai bertahun-tahun? Kayak kredit mobil aja, wekawekaweka. Iya, kalau dinikahin, lah kalau nggak? Okey, santai dan nikmatin saja, selagi tidak berzina. Tapi, memangnya iman kamu sekuat apa sih, untuk melawan setan?

“Biar gak berzina, langsung nikah saja!”
“Iya, gak usah pacaran. Pacarannya kalau setelah menikah”

Kalau mau langsung menikah, tanpa tahu bagaimana sifat dari pasangan kita masing-masing, memangnya yakin, kalau rumah tangganya sejahtera selamanya. Semisal si pria kalau tidur suka mendengkur keras sekali, dan si perempuan pun kalau tidur ngiler sampai bikin pulau. Gimana? Gak jadi pacaran, gak jadi bikin anak. Jika si pria doyan makan, dan rakus, ternyata si perempuan tidak bisa memasak? Gimana? Jika si pria rocker, dan anak metal yang suka nge-band. Dan si perempuan kutu buku, dan suka menulis, gimana? Tapi, gimana, kalau si pria anak blogger, dan si perempuan pun anak blogger? ^ ^

Menikah itu penting...

Ta’aruf, tahu pribadi masing-masing. Menjauhkan dari perbuatan zina, dan membangun rumah tangga yang baik dan benar. Menjauhkan dari pertikaian dalam rumah tangga. Menambah pahala, dan menjauhkan diri dari dosa. Bertanggung jawab.

Yang penting menikah...

Uang udah banyak, usia udah cukup, tinggal pilih pasangan saja dalam hidup. Tanpa tahu bagaimana membina keluarga yang baik, yang penting dapat pahala, tidak pacaran dan tidak berzina. Yang penting halal. Banyak yang penting.
Banyak juga yang bilang, menikah itu enak di awalnya saja, setelah itu tanggung jawab. Menikah itu senang di awalnya saja, setelah itu pertengkaran, bahkan bisa ada perceraian. Memang, ada yang bilang, banyak yang bahagia di awal dan setelahnya kesedihan. Tapi, ada juga yang bilang, menikah itu bahagia di awal, dan setelahnya jauh lebih bahagia. Seperti perbandingan 1:1000, tinggal pilih, kamu termasuk angka”1” atau, kamu termasuk orang-orang yang di dalam angka “1000”

Jadi, gimana? Niat nikah, atau pacaran? ^ ^
Selamat, untuk orang-orang yang bisa menikah di tahun ini! :D

16 comments:

  1. artikel yang menggugah :)
    bener mbak, intisari dari tulisan ini, menikah itu (memang) penting dan bukan yang penting menikah...

    ReplyDelete
  2. Replies
    1. Semoga cepat sukses, Mbak. :') aamiin

      Delete
  3. Biasanya yang menikah terburu-buru itu karena sudah di kejar usia atau di suruh cepat-cepat sama keluarganya, padahal belum tentu orangnya mau nikah hehehe

    Aku sudah sering lihat pasangan muda yang baru menikah, egonya masih pada tinggi karena seperti yang kamu bilang, mereka merasa kebebasannya tiba-tiba di renggut. Menikah itu mudah, menjalaninya yang sulit hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, ijab qobul mudah, setelah itu sulit, dan penuh tanggungjawab :')

      Delete
  4. menikah itu emang penting banget, gpp menikah jd resolusi di thun 2015 aku mendukungmu ....hehhe

    ReplyDelete
  5. inspiratif ekali artikel kakak ini, membuka pikiran yang mau menikah :D hehehe.

    ReplyDelete
  6. Gak papa diketawain karena belum nikah, daripada buru2 nikah tapi habis itu gak bisa ketawa hehe.. Nikah itu memilih pasangan yang akan kita tatap wajahnya setiap kita bangun tidur, jadi gak boleh sembarangan. Kalo belum nikah dan belum punya calon, gak usah terlalu dipikirkan dan gak usah terlalu sibuk nyari, yang penting sungguh2 meningkatkan kualitas diri saja. Yakin deh, jodoh kita nanti (*yg belum nikah ya) sesuai dengan kualitas yg kita punya. Atau dengan kata lain, sibukkan diri kita dengan memantaskan diri untuk calon dengan kriteria yg kita inginkan. Betul gak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha, iya, Kak. Yang baik untuk yang baik. Terima kasih komentarnya, Kak. :D

      Delete
  7. Masih jauh deh kalo urusan nikah :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gaak usah terlalu dipikirin deh, jodohnya disipain dulu aja, :')

      Delete
  8. Kalo dipikir akan banyak yang ilang kalo nikah muda. Tapi ternyata ngga. Justru banyak hal baru yang bikin surprise. Tapi bener, jangan sampe buru-buru hanya karena umur, jangan sampe beli kucing dalam karung. Mateng dan mapan segala sesuatunya, perbaiki akhlak biar kualitasnya setara, baru maju deh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kayaknya aku emang harus belajar ginian, ke kamu, Kak. Aku lemah. -_-

      Delete