23 February 2015

[25]- Pertemuan


             
           Saya berterima kasih untuk pertemuan kemarin. Dimana kita hanya berbagi tawa, bukan luka. Dimana kita memesan dua gelas minuman, bukan tiga, atau satu. Dimana kita bayar dengan uang masing-masing bukan ditraktir. Mungkin, untuk yang itu kita abaikan sementara. Saya melihat pada raut wajahmu, kau sedang berpura-pura bahagia. Semoga itu tidak benar. Saya senang melihat tubuhmu yang berkembang, berarti kau tidak dalam kesedihan, tapi kebahagiaan. Saya mendoakan seperti itu untukmu. Kopi kemarin terlalu manis, tapi persahabatan kita lebih manis dari segalanya. Saya bahagia, di antara kita tidak ada yang saling melukai ataupun terluka. Dan, malah sebaliknya, selalu bahagia. 

            Surat yang saya tulis ini benar-benar untuk kawan terbaik saya, sedari saya memijakkan kaki di Kota Pahlawan. Sedari saya yang masih ingusan, cupu, dan menjadi mahasiswi baru di kampus.Yaitu; kamu. Saya sangat kecewa, karena dirimu yang berhenti kuliah beberapa semester yang lalu. Kenapa? Kau lebih memilih menjadi pengusaha, bukan? Apapun yang kaukerjakan, saya selalu mendukungmu, Kawan. Tapi, saya sedih tidak bisa menemuimu di kampus tersebut. Hilang.

            Bagaimana kabar kekasihmu? Kekasih yang menjalin hubungan denganmu beberapa tahun lamanya. Saya akui kau memang hebat dalam masalah kesetiaan. Dengan kekasihmu saja setia, apalagi dengan saya? Kau jangan terburu-buru menikah. Saya takut jika kau terlalau cepat dipersunting. Kelak, kau akan terlalu sibuk dengan suamimu. Kelak kau tidak akan bisa berjalan bersama dengan saya, dan menghabiskan beberapa cangkir kopi. Doa saya untuk kali ini jelek, bukan? Hm,, ya begitulah. Asal kautahu, ketika kelak sahabat terbaik saya menikah, dan saya masih single. Apa kata semesta? 

            Baiklah, surat yang saya tulis untukmu cukup sampai di sini. Semoga selalu ada cara untuk bertemu. 


Surabaya, 23 Februari, 08:44 WIB


Tabik, Kawan...


Hari ke-25 dalam program #30HariMenulisSuratCinta


7 comments:

  1. Terima kasih kawan..
    Sebarnya msh ingin setiap hari bertemu sama kamu setiap hari tp hati berkata lain. Hiks :')

    ReplyDelete
  2. "Asal kautahu, ketika kelak sahabat terbaik saya menikah, dan saya masih single. Apa kata semesta?"

    selalu terselip curhatan 'single' disetiap suratmu, kak! :D
    hahahahahahahahahahhahahahahahahahahahahahahaa

    ReplyDelete
  3. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  4. Bakal di tinggal sahabatnya nikah :'D

    ReplyDelete