06 February 2015

[8]- Hi, @gembrit My Postman!





Tabik, Kawan-kawan...

Mana suara rakyatnya @gembrit? Mana? Woi mana, woi? Kalem, kalem. Huft >,<  
Hai, Tukang Posku, bagaimana kabarmu? Masih sehat, atau sudah meriang, merindukan kasih sayang saya? Tukang posku, saya harap kamu masih sehat, dan selalu diberi kesehatan. Dan, saya harap juga kamu masih jomblo, semoga saya diberi kesempatan. Iya, kesempatan menghadiri pesta pernikahanmu dan menghabiskan semua makanan yang ada di pestamu. *Eh, maaf maaf, salim, cium tangannya, minta duit*

Tukang Posku, gimana sih rasanya jadi Tukang Pos kece super duper keren. Apalagi kalo nganterin surat pake kemeja putih, kacamata, dan, ah sudahlah. O, ya, saya harap kamu tidak bosan mempunyai kerja sambilan sebagai Tukang Pos selama 30 Hari. Setidaknya, kamu bisa membaca terlebih dahulu surat-surat mereka, sebelum kauantar ke penerimanya. Ya, termasuk surat saya ini, mhihiih, wekaweka, ikikikikik. O, ya, kalau bisa, suatu saat kamu bisa menjadi Tukang Pos yang sebenarnya, mmm, tidak mengirimkan surat lewat sosial media, tapi langsung berhadapan dengan saya. Apalah suara jantung saya kelak, ketika benar-benar berhadapan langsung denganmu. Apa yang saya lakukan nanti ketika memberikan sebuah amplop, dan berbicara denganmu. Mungkin, saya tidak bisa berkata-kata. Atau, jangan-jangan saya tidak bisa bernafas, gara-gara kau belum pakai parfum. *Lah*

Tukang Posku, asal kautahu, saat ini saya menuliskan sebuah surat yang tertuju untukmu, sambil mengerjakan kerjaanku yang lain. Tahu tidak? Saya sambil chat dengan kekasihku. Saya mau bercerita padanya, kalau saya menulis surat cinta untuk Tukang Posku. Mungkin, kalau dia tahu saya menuliskan surat ini, dia tidak akan cemburu. Karena, saya yakin, tidak ada seorang laki-laki pun, yang menandingi perhatiannya. Lah, kok saya jadi curhat. Muehehhehe. O, ya, saya juga sambil makan risol mayo. Tadinya, mau saya foto, tapi karena sudah masuk semua di perut, apa boleh buat? Tukang Posku, saya harap kaujaga pola makanmu, agar kesehatanmu tetap fit, dan berstamina. Kalau bisa, kau minum jamu. *Lah* 

            Saya tidak bisa membayangkan, kalau kausakit, siapa yang menjagamu, saya tidak di sisimu, ketahuilah, kita ini LDR wahai Tukang Pos yang tampan.. Okey, mungkin surat saya cukup sampai di sini saja, saya takut kaubosan membacanya. Atau, kau masih banyak tugas untuk mengantar surat cinta yang lainnya. Terima kasih, semangat untukmu. :D


Hari ke-8 dalam program #30HariMenulisSuratCinta












5 comments:

  1. wakakakakakakakakaka....

    tukang posnya kece yaa.. ;;)
    *lahh kok malah muji sesama cowoknya.. --" hahaa

    ReplyDelete
  2. Kembali membaca surat yang membuatku takjub :)

    ReplyDelete