28 August 2015

Taman Baca di Tengah Daerah Lokalisasi Dolly

“Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain, bukan dimanfaatkan, apalagi memanfaatkan,”~
TAMAN BACA KAWAN KAMMI
Taman Baca  di Tengah Daerah Lokalisasi Dolly -Kala itu saya bertandang ke daerah eks-lokalisasi Dolly, banyak sekali rumah-rumah yang disegel dan diberi plang “Tanah Milik Pemerintah”. Menjadi sepi, kata orang kawasan di sini dulu cukup ramai, tiap malam, tiap hari banyak sekali pengunjung apalagi laki-laki hidung belang yang ingin menemui ‘mangsanya’. Dering musik yang sangat kencang, dan penghasilan ‘wanita’ tersebut yang sangat melebihi (Upah Minimun Regional) UMR. Uang sepuluh ribu rupiah pun tidak ada apa-apanya, namun keadaan sekarang berubah drastis berbalik seratus delapan puluh derajat. Sempat saya bertemu dengan pemilik warung kopi yang masih buka di kawasan tersebut, “Dulu sehari saya berjualan bisa mencapai delapan ratus ribu rupiah, sekarang seratus ribu rupiah saja tidak sampai,” ujarnya.  Ia menambahkan, tapi pekerjaan sekarang insha Allah lebih berkah.
VIEW DARI DEPAN TBM
RUANG BACA (BANYAK KUE KERING, YIPPI,)
PAK KARTONO PEMILIK TBM 
Saya pun masih penasaran, saya menyusuri kawasan tersebut dan memasuki Putat Jaya gg IIA. Saya menemukan ada yang unik di sini, di tengah-tengah kawasan yang disegel pemerintah, ada taman bacaan yang membuat saya penasaran, dan saya memasukinya. Buku-bukunya tertata rapi, banyak macam buku, dan pemiliknya ramah. Adanya Taman Bacaan yang sering disebut Taman Bacaan Kawan Kammi (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) adalah untuk mendidik anak-anak di daerah eks-lokalisasi. Anak-anak yang di daerah tersebut kerap sekali melihat perbuatan yang tak layak untuk usianya, kehidupan yang berbaur dengan pekerja seks komersial, ma dari itu bermanfaat sekali jika TBM ini didirikan di sini. Taman bacaan ini sudah dibuka semenjak 2007 sampai sekarang. Dolly tutup, tapi taman bacaan ini selalu buka dan tidak dipungut biaya untuk membaca buku-buku di sini. “Silakan pengunjung meminjam buku, asal buku tersebut jangan sampai dijadikan tempat untuk kulit kacang,” jelas Kartono pemilik TBM Kawan Kammi.

Hingga saat ini koleksi buku yang ada di TBM Kawan Kammi semakin bertambah dari donasi para darmawan yang menyumbangkan bukunya. Pengunjung pun semakin ramai, bahkan ada pengunjung yang dari luar kota. Harapan kami agar TBM ini semakin bermanfaat, dan bisa mencerdaskan anak bangsa khususnya di daerah eks-lokalisasi Dolly.

Tabik, Kawan ^ ^




11 comments:

  1. Bermanfaat skali, pa lg d eks dolly

    ReplyDelete
  2. Lain kali cek in di Path terus caption nya lagi baca buku xD

    ReplyDelete
  3. Taman Baca, pasti banyak manfaat ya. semoga anak-anak di sekitarnya rajin datang, membaca dan bermain disana.

    ReplyDelete
  4. wah semoga bermanfaat dan terus jalan ya ini taman bacanya :)

    ReplyDelete
  5. alhamdulilah masih ada tempat yg bisa memberikan banyak manfaat seperti ini

    ReplyDelete
  6. Aku suka quote-nya di atas. Benar-benar menyentuh.
    Semoga anak-anak disekitar taman baca banyak yang berkunjung dan rajin membaca.

    ReplyDelete
  7. semoga TBM makin rame dan banyak yang tertarik buat dateng:)

    ReplyDelete
  8. KAlo mo donasi buku lgsg ke lokasi tsb ya Ay?
    Btw itu kue kering berhasil km jabanin jugak yak wkwk ✌

    ReplyDelete
  9. Semoga taman bacanya bisa terus eksis menyebarkan ilmu dan manfaat untuk semua kalangan di eks Dolly, aamiin.

    ReplyDelete
  10. Wah keren ini mesti dicontoh. Dlu aku juga pernah diriin bareng teman-teman tapi skrg mau mulainya lagi susah

    ReplyDelete