24 February 2016

Review Film I am HOPE: Kekuatan Harapan, Cinta dan Keluarga

Review Film I am HOPE: Kekuatan Harapan, Cinta, dan Keluarga – Yes, akhirnya saya bisa menyaksikan film ini. Yang mana film ini berhasil membuat saya menangis sampai mata saya merah ahahhahaa. Biasa, dasarnya emang hatinya gak bisaan. Halah. Jadi, Apa yang penonton bisa dapatkan ketika keluar dari bioskop setelah menonton film I am Hope? Melalui jalinan kisah seputar Mia sang tokoh utama yang diperankan Tatjana Saphira, penonton paling tidak bisa mengambil kesimpulan bahwa di tengah perjuangan paling berat sekalipun, selalu ada sumber-sumber kekuatan dan harapan yang menjadi berkah tersendiri. Baik itu melalui keluarga maupun teman sahabat kita.

Film I am Hope yang mulai tayang serentak pada 18 Februari menggarisbawahi nilai universal yang kita jumpai di keluarga Indonesia yaitu kekeluargaan dan pertemanan yang erat. Bahwa bagaimanapun beratnya suatu perjuangan hidup, kita tidak akan dapat menyerah terhadap keluarga dan dari teman sahabat sekitar pula kita bisa berharap adanya sumbangan kekuatan untuk menghadapinya.

Film ini memang mengangkat suatu kisah seputar perjuangan kanker sebagai suatu simbol perjuangan yang cukup berat dialami oleh banyak orang dan juga memberi dampak besar terhadap keluarga. Namun nilai yang diangkat diharapkan bisa menginspirasi penonton secara lebih luas, bahwa ketika bicara tentang perjuangan hidup pada umumnya, dukungan keluarga, cinta kasih dari teman sahabat meruoakan sumber harapan yang memberi kekuatan.

“I am Hope” dipersembahkan oleh Alkimia Production yang digawangi oleh Wulan Guritno, Amanda Soekasah dan Janna Soekasah-Joesoef selaku tim produser dengan sutradara Adilla Dimitri serta peraih piala Citra, Yudi Datau selaku Director of Photography. Produksi film I am Hope juga dipersembahkan oleh Wardah dan didukung oleh Kaninga Pictures, Berlian Entertainment, Ciputra Artpreneur, Blue Bird, Ghea Fashion Studio dan Oasis.
Selain diperankan oleh Tatjana Saphira film ini juga menghadirkan tokoh ayah Mia bernama Raja (Tio Pakusadewo) yang juga sedang berjuang mengatasi trauma mendampingi wanita-wanita istimewa dalam hidupnya berjuang melawan kanker. Hadir pula Maia diperankan oleh Alessandra Usman, teman Mia yang menjadi semacam penyangga semangat dan inspirasi untuk melalui tantangan demi tantangan menghadapi penyakit kanker dan memperjuangkan mimpinya berkarya.
abaikan mamas yang di belakang

Selain menghadirkan dua sosok aktris muda berbakat Tatjana dan Alessandra, “I am Hope” juga didukung deretan aktor dan aktris kebanggaan Indonesia seperti Tio Pakusadewo, Fachry Albar, Feby Febiola, Fauzi Baadilah, Kenes Andari, Ariyo Wahab, Ray Sahetapy dan Ine Febriyanti.

Oya, saya bersyukur sekali bisa bertemu dengan Wulan Guritno langsung, dan Mbak Yura yang mengisi soundtrack film ini. Aduh,,, aslinya bokk mulus. Saya aja takut deket-deket, takut kesentuh dan takut lecet. Eahahaha. Okey, jadi kalian yang cinta film Indonesia, mari diapresiasi dengan sering menonton film karya bangsa sendiri, salah satunya menonton film I am HOPE.

Tabik,

Semoga bermanfaat ^ ^



6 comments:

  1. Tak sawang sinawang irunge mbk... pengen nempil nggone mbk wulan g. Hahaha

    ReplyDelete
  2. Loh Ju Hayati kmrn nagis toh, kok sama hahaha. Mewek'an tibaknyaaaaa :p
    Artisnya mulus ya kek aku *eh

    ReplyDelete
  3. aku sampe film selesai sik nangis looo... di rumah aja aku msh nangis.... hiks hiks

    ReplyDelete
  4. mamasnya pngen foto sama aya tuh hihihi :D

    ReplyDelete
  5. Aku mau gelang nya dong, cusss kirimin gelang nya yessss

    ReplyDelete