Nikmat Terbuai Nasi Kikil Bu Tandur, Kuliner Jombang yang Legendaris

Tuesday, September 19, 2017

Ada banyak cerita dari Jombang beberapa waktu lalu, saya bersama kawan-kawan blogger, tepatnya. Singgah sejenak di kota santri tersebut, belum afdhol jika datang ke suatu kota dan belum mencicipi kulinernya yang tersohor, salah satunya Nasi Kikil Bu Tandur yang ada di Jalan Prof. M. Yamin, Mojosongo, Jombang. 

Nasi kikil yang buka di sore hari, tepat untuk mereka si perut keroncongan, seperti saya dan teman-teman. Warung yang bagi saya cukup minimalis, dan sudah banyak pelanggan, cocok untuk dijadikan referensi kulineran. Rasanya perut dan lidah ini tak sabar menyantap si kuliner legendaris. 
Mantap Jaya
Duduk tepat di depan si penjaja, ya sebenarnya biar dekat dengan lauk yang dihidangkan, ehehhe. Rasanya bingung, ingin menyantap lauk apa. Karena di Nasi Kikil Bu Tandur terdapat banyak pilihan, dari limpa, empal, babat, jeroan dan teman-temannya. Kalau yang punya kolesterol, sebaiknya berbuat dosa sebentar. Karena kuliner malam ini benar-benar maknyus.

Nasi yang disajikan di atas mangkuk dilapisi daun pisang, lebih membuat aroma sedap untuk disantap. Apalagi si penjaja tak pelit menyajikan seporsi nasi yang seperti ukuruan makan kuli bangunan. Kemudian disiram kuah kikil kuning, aroma rempahnya khas sekali, dan disandingkan buah pepaya muda yang sudah diiris panjang dan direbus. Kenapa pepaya muda, ya karena bukan pepaya tua, ehehhe apasih jayus deh ah.
si Mbak yang ngeladenin
pengunjung dari liar kota
Karena perut saya kelaparan, saya memilih seporsi kikil dengan dua lauk, limpa dan babat. Kemaruk, maafkan ya, wkwkkwkw. Kuah yang hangat, lebih maknyus jika dihidangkan dengan sambal. Untuk rasa, juara banget. Apalagi nikmat kikilnya pas sekali, tidak terlalu alot atau empuk. Ya karena saya pecinta kikil, untuk makanan yang satu ini aroma kikilnya tidak menyengat. Ukuran lauk pun cukup besar.

Jadi, wajar jika seporsi dihargai 30ribu rupiah. Ada rasa ada harga. Namun, memang kebanyakan makanan khas jika kita temui di suatu kota pasti terlihat mahal, heran, wehehhe.
Dengan takaran nasi banyak, wajar jika si empunya selalu menghabiskan beras 30 kilogram per harinya, jika dilihat dari banyaknya pelanggan, jadi kenikmatannya sudah tidak diragukan lagi bukan?
nikmatnya kuah kikil
beberapa macam lauk
Nasi Kikil di Jombang memang banyak, bukan hanya Nasi Kikil Bu Tandur saja, masih banyak yang lain. Namun, warung yang satu ini memang sudah berdiri sejak 30 tahun lebih lamanya, (okey, saya belum ada di Rahim Ibu). Dan pelanggannya datang dari berbagai kota, seperti kemarin saya temui wisatawan dari Jogja, Malang, dan lain sebagainya.

Jadi, jika sudah kenyang dan terpuaskan jangan ada kata berdosa, karena jika datang ke Jombang belum menikmati kuliner yang legendaris tersebut, ibarat sudah PDKT namun tak saling memiliki. Jauh Mbak, Jauhhh. Jika ke Jombang, jangan lupa mampir, dan rasakan Nasi Kikil Bu Tandur.



Tabik


Semoga bermanfaat ^ ^

You Might Also Like

8 comments

  1. Aku di sini makannya lama banget, ngobrol sama bapak-bapak kiyai dari Demak hahahahahha.
    Menunya beragam loh, bikin kalap buahahahhahah

    ReplyDelete
  2. Pasti mantap rasanya. :D Makanan tradisional memang nggak ada duanya. :D

    ReplyDelete
  3. Jadi lapar. :'D Nikmat sekali kelihatannya

    ReplyDelete
  4. Nasi kikil? Pasti sedap. :D Aku suka banget sama kikil. Kenyal2 gimana gitu

    ReplyDelete
  5. Ini favoritnya emakku. Hidup nasi kikil !!!!

    ReplyDelete
  6. Ya Allah, masih tetep ditanyain "kenapa bukan pepaya tua?" -.- hahaha

    ReplyDelete
  7. Lapeeer... Hahahaha, suka lah makanan khas begini tiap sdg traveling ke suatu kota.. Kalo jombang aku blm pernah datangin.. Ntr ah, kalo mudik ke solo lagi, agak laman supaya sempet mampir ke beberapa kota termasuk jombang ini..

    ReplyDelete

cewealpukat friends

Komunitas

WARUNG BLOGGER
bLOGGER reporter

Member Of

kumpulan-emak-blogger