30 September 2014

Semesta Ini Untuk Siapa?



Oleh: Aya
Untuk: Semesta

Kaubilang, setetes air tak cukup
Kemudian Tuhan membentangkan lautan, memesona untuk semesta.
Kauhancurkan bibirnya dengan sampah
KemudianTuhan menumbuhkan benih pohon di ujung bibirnya,ya..”di sana”
Dia pun kering, layu,dan tumbang.
Tuhan enggan marah, tidak Tuhan tidak pernah marah.
Dengan cara apapun kahancurkan bumi ini,Tuhan masih menggantinya
Apa yang membuat lautmu masih tenang? Angin…
Ujung bibir semesta pun melengkung, kemudian dia tersenyum

“Kuharap, sekarang, esok, dan seterusnya, semestaku masih sama” kata angin.
“Kuharap, sekarang, esok dan seterusnya, hutanku masih hijau,“ kata angin.
“Kuharap, tidak ada yang berubah, semesta masih tersenyum, meskipun masih banyak bedebah yang menghancurkan,” kata angin.

Event ini dalam rangka #3oDaysSaveEarth yang diselenggarakan @jungjawa @unidzalika
  


0 comments:

Post a Comment