01 January 2015

[BOOK REVIEW]- 23 EPISENTRUM BY ADENITA



Judul Buku     : 23 Episentrum
Penulis            : Adenita
Penerbit          : Grasindo
Tebal               : 504 Halaman 
Tahun Terbit   : 2012
Harga              : Rp 70.000 (+sisipan 23 Episentrum)






Selamat membaca ^^

Dapat buku ini dari hasil Blind Date with Book, Surabaya Book Club. Salah satu novel 2 in 1 yang saya suka. Ada dua buku, buku pertama adalah novelnya, berwarna pink. Dan buku yang biru adalah ‘Suplemen 23 Episentrum. Alur ceritanya hampir sama dengan karir saya. Maka dari itu, saya jeli sekali baca buku ini.

[Sinopsis]

            Perjalanan Mata, Hari, dan Hati.

Matari Anas, reporter yang kebanyakan hutang, demi mengejar kuliahnya. Seorang sarjana Komunikasi Universitas Panaitan, Bandung. Kemudian bekerja sebagai reporter di salah satu stasiun televisi ternama di Jakarta TvB. Impiannya menjadi news anchor, tapi, dia malah diterima sebagai reporter. Tekun bekerja demi membayar cicilan hutangnya yang banyak.

Awan Angkasa, seorang Treasury Financy di Bank Madani. Merasa tertekan dengan pekerjaannya, karena tidak sesuai passion. Uang selalu mengalir, tapi jika tidak karena passionnya, sama saja kosong. Dia lebih suka menulis di blog, dan ingin menjadi penulis skenario film. Awan adalah teman dekat Matari, yang selalu menasehatinya dalam masalah hutang Matari.

Prama Putra Sastrosubroto, sarjana teknik perminyakan yang lulus tepat waktu dan langsung dilamar oleh perusahaan minyak Perancis, T & T, sebagai reservoir engineering dan berstatus international mobile employee. Prama adalah teman dekat Awan, bagi Awan, Prama bukan hanya sekadar pengusaha minyak, tapi dia juga bak bank berjalan.

23 Episentrum adalah perjalan Matari, Awan, dan Prama untuk mengejar profesi yang dicintainya. Mereka mencari tujuan, ambisi dan keinginan sampai akhirnya menemukan makna "23 Episentrum". Inilah kisah perjalanan Mata, Hari, dan Hati yang menggugah.

***
“Semoga si penerima bisa merasakan kebahagiaan dan perasaan yang sama denganku,” – hal 26
“...Aku mencintai kamu karena mencintai kamu membuat aku bahagia. Titik.”- hal 253

Banyak juga quotes yang menarik dalam buku ini, apalagi dalam suplemen 23 Episentrum. Itu yang bisa memotivasi diri kita, agar sungguh-sungguh meraih kesuksesan.
Tidak ada penulis yang sempurna, editor, percetakan pun begitu. Saya menemukan ketikan tulisan yang kurang apik dalam hal-219 (adalahuangsimpanannyauntukmembayarcicilanutang). Tidak adanya spasi. Semoga bisa menjadi koreksian.


0 comments:

Post a Comment