31 January 2015

[2] - Surat Ganda



Tabik, Kawan-kawan...

            Ganda, sebelumnya saya ucapkan banyak terima kasih. Kita pernah bertemu beberapa bulan yang lalu. Saya masih ingat, kita dipertemukan di Bulan Juli. Kita bertemu di komunitas vespa, dan kebetulan kita punya hobi yang sama. Sama-sama lucu, sama-sama kangen mungkin, untuk dulu. Bukan sekarang. Kenapa? Banyak hal yang harus saya bicarakan kepadamu, tapi, entah kapan itu. Kita sama-sama terpuruk waktu itu. Kau mengalami kecelakaan, ketika mau menjemputku. Dan, mengalami gegar otak parah, sehingga sekarang kau amnesia. Banyak orang bilang, aku dalang dari kecelakaan ini. Benarkah? Perlu kau tahu, Ganda. Dulu, saya sempat jatuh hati. Ketika kau memberikan perhatian padaku lebih, sehari tidak komunikasi pun, kita sama-sama panik. Mungkin kita hendak mengawali cinta yang baru.

            Saya kira, cerita kita seperti FTV pada umumnya. Bahagia di akhir, karena kau mengingatku. Tapi, ternyata belum. Saya harus menunggu lama. Ya, mungkin sekarang memasuki bulan yang keenam. Dan, saya belum menengokmu untuk tiga bulan ini. Bagaimana kabarmu? Maaf. Harus kautahu, kenapa saya tidak pernah lagi menjengukmu. Bukan gara-gara saya tidak suka dengan keadaanmu sekarang, tapi itu karena ada yang menjauhkan kita. Ganda, asal kau tahu, saya suka lihat akun twittermu. Dan, mungkin benar arti dari twit ini “Jgn datang di kehidupanku kalau hanya untuk menyakiti dan sebuah pilihan hati :)”. Maaf, saya datang di kehidupanmu itu merupakan sebuah pertemuan. Saya pun tidak pernah merencanakannya. Oh ya, saya masih selalu simpan lagu terakhir yang kaunyanyikan untukku. Semoga, kau masih ingat. “Cantik – By; Kahitna”



Ada hati yang termanis dan penuh cinta..

Tentu saja kan kubalas seisi jiwa

Tiada lagi tiada lagi yang ganggu kita

Ini kesungguhan... sungguh aku sayang kamu



            Ganda, kautahu perihal saya pernah jatuh cinta padamu. Karena apa? Karena kita suka vespa, kita suka makanan yang sama, dan kita sama-sama suka sibuk dalam suatu komunitas. Bukan hanya itu, perihal hati saya yang dulu untukmu. Saya sampai lupa, saya dibuat jatuh cinta oleh siapa? Saya sempat kaget, kau kecelakaan. Padahal, malam itu kau masih menelponku, dan membangunkanku untuk sahur. Asal kautahu, saya sering bercerita pada Ibuku, siapa sosok Ganda? Ibuku pun tersenyum. Ohya, kautahu, perihal saya sempat depresi, dan suka berjalan seperti orang linglung. Andai orang tahu, bagaimana rasanya jatuh cinta, dan seketika itu pula dipisahkan. Sakit, bukan? Memang benar, cinta itu risiko. 

            Saya mohon, ketika kau sudah sehat nanti, dan mengingatku. Kita mulai pertemanan kita. Dan, kuharap kelak kau mau memaafkanku yang tiba-tiba pergi. Pergi karena ada seseorang yang menjauhkan kita, ingat, bukan karena saya tidak siap atas keadaanmu. Percayalah, saya masih menyanyangimu, Kawan. Banyak janji yang belum sepenuhnya saya tepati. Cepat sembuh, dan kelak cepat mengingat. Lancar untuk skripsimu. Saya doakan, semua yang kaujalani lancar. Terima kasih Ganda Agung Ramadhani. :’)

Hari Ke-2 dalam program #30HariMenulisSuratCinta


10 comments:

  1. Oh meeennnn, terharu bacanya.. :')

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Meeen, makasih yah, Menn, nih men tisu, kali aja meler. :*

      Delete
  2. Ganda itu some one special nya mba Aya yah, lalu Om yang satu itu bagaimana ?

    @rin_mizsipoel

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ganda itu titik titik titik
      Om yang itu, lebih titik titik titik

      Awas yee, kamu. >,<

      Delete
  3. Replies
    1. Ahelah, Fikri, kamu mah kalau baca blog kebawa suasana mulu. Huahahha *jambak*

      Delete
  4. Suratnya hmmm...
    *semoga ganda baca*

    ReplyDelete
  5. Get well soon, Ganda.
    Semoga lekas pulih ingatannya :))

    ReplyDelete