29 January 2015

Ibu, Kau Melebihi Apapun




            Tabik, Kawan-kawan...

SUMBER
Ibu, kalian bisa tidak mengartikannya? Jika ‘Ibu’ diartikan, artinya sangat luas, luasnya melebihi surga. Kalau saya sih beda, setiap saya mendengar kata ‘Ibu’, saya pengin mendekapnya, dan tidak mau melepaskan. Love is you, Mom. Thank’s. Love is blind because my mother started loving me before seeing my face.

            Siapa yang didoakan Ibu? Siapa yang suka diomel Ibu, untuk kebaikan? Siapa yang sering dicium keningnya ketika ia tertidur? Siapa yang suka diceritakan Ibu ke suaminya? Siapa yang ada dalam doa Ibu? “Anak”. Jadi seorang Ibu, susah nggak, sih? Yuk, jadi Ibu dari anak-anak kita. Halah.
***
            “Kamu harus pintar masak, gimana coba kalau tinggal sama suami dan gak bisa masak. Bisa jadi, suamimu ngadu ke Ibunya. ‘Istriku gak bisa masak, Bu’. Mau?”
            “Gak mau, Bu”.
            “Ya sudah, berarti kamu harus belajar masak”.
            “Kan, sekarang zaman sudah modern, Bu. Aku bisa searching di internet”.
            “Kelak, kau juga jadi seorang Ibu, Nak. Tidak semua yang kauajarkan itu dari internet, tapi dari dalam diri kamu. Jadilah Ibu yang pintar, melebihi internet”.
            “Seperti Ibu”.

Gimana? Mau jadi Ibu yang suka cari-cari sesuatu di internet, atau jadi Ibu yang pintarnya melebihi dari itu? Memang sih, zaman sudah modern. Mau ini itu, tinggal search. Lah, kalau kalian pengin Ibu, memangnya bisa? Ibu itu, melebihi apapun. Dari cantiknya, hatinya, sikapnya, sampai, cerewetnya Ibu pun melebihi apapun. Saya sering kangen, cerewetnya Ibu, misal; “Kamu gak usah sok diet, udah makan aja. Belain diet, kamu bisa sakit!” Yes, itu yang saya kangenin. Hahahahaha.

And I am your guardian, your bodyguard
Ibu, terkadang suka jealous, kalau si anak jalan, dan terlalu asyik bersama temannya. Ibu pun, ingin jadi seorang teman. Bahkan, kalau bisa lebih dari itu. Bisa bayangin, kalau seorang Ibu tiada? Kalau saya, mau ikut Ibu saja. Kemanapun ia pergi. Kalau kalian menikah, Ibu bersama siapa? Ayah, masih kurang. Mau jamin, suka jenguk Ibu? Masih jamin, suka nelpon Ibu atau ngasih kabar ke dia? Atau cukup setahun sekali, dan itu pun ketika lebaran. Kita tidak bisa menjamin, tapi percayalah, kita bisa mendoakan.



Doakan Ibu, peluk, cium dia, bahagiakan! Wajib bagimu. :D


7 comments:

  1. Bisakah kamu mencintai aku seperti cintanya ibu padamu? :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dan, bisakah kamu mencintaiku seperti cintanya ayah padaku? #owopo :D

      Delete
  2. ibu itu seperti manusia dengan segala keterbatasan tapi selalu mencintai anaknya dengan beragam cara. Dan setiap ibu memiliki cara masing - masing. Mungkin bisa di analogikan seperti udara. Tapi anak kecil disana menganggap ibu seperti beruang grizzly. Sedangkan aku disini mengartikan ibu adalah masa depan yang tak pernah terlewati oleh masa lampau. Karena ibu mencintai anaknya tanpa kata seperti atau deskripsi normatif lainya. Ibu "just mother" dalam bahasa lain. Atau ibu adalah "ummi" dalam lidah orang arab. '^_^'

    ReplyDelete
  3. ibu..oh..ibu... gak ada habis kalau ingat kebaikan ibu ya mbak...Salam buat ibunya...;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siap, aku salamin. Sama Ibu mertua pun, bakal aku salamin. :D

      Delete
  4. subhanallah, aku sambil nangis baca ini. haha.
    kalau udah nikah, pasti fikirannya terbelah, gada yang nemenin mamah, cuma ada papah sebagai pelipur lara. tapi itu takkan cukup tanpa adanya anak yang mereka kasihi dan cintai sepanjang hidup.
    aakkk keren lah itu kutipannya.
    btw, kamu dapet liebster award, cek disini ya miafajarani.com

    ReplyDelete