27 January 2015

Sunday Sharing 1, Awesome!



            Tabik, Kawan-kawan. :D
Yeay, syukurlah, bisa mengikuti acara ini. Sebelumnya saya berterima kasih kepada Mbak Yuni, yang sudah nge-share undangan #SundaySharing1 ini. Acara #SundaySharing1 ini, adalah kali pertama diadakan di tahun 2015, syukur bisa ketemu orang-orang kece, hebat, dan narsis. Tepat pada hari Minggu 25 Januari 2015, acara ini diadakan di Transmedia Surabaya, tepatnya di Jl. Opak 12 Surabaya. Acara yang dimulai pada pukul 10:00 WIB ini, dibuka oleh Mbak Yuni, kemudian dilanjutkan oleh moderator Mas Poleng. Pemateri pertama ada Mas Lalu Abdul Fatah, biar deket kita panggil aja Mas Lalu, mau deket lagi, nanti, PDKT dulu. 


Mas Lalu
Menulis Itu Asyik, oleh Mas Lalu. “Menulis adalah bekerja untuk keabadian” -[Pramoedya Ananta Toer]. Punya mindset, berpikir besar, dan menulis itu memperpanjang usia dan sangat bermanfaat. Bagaimana kita memulai menulis? Pertama; kretaif. Kedua; Rasa ingin tahu tinggi. Ketiga; Menanam jiwa anak-anak dalam diri di usia 5-6 tahun. Anak Indonesia diredam rasa ingin tahunya, sehingga sampai dewasa rasa ingin tahu itu kumpul. Bisa diasah dengan menonton televisi atau membaca buku. Jadi, tulis saja dulu apa yang kamu mau, kemudian belajar hal-hal teknis dalam menulis saat kita sudah jatuh cinta dengan menulis. Penulisan judul itu penting, judul itu seperti perang 3 detik kalau judul tidak menarik, kita akan kalah. Kombinasi angka dan judul akan menarik minat pembaca. Atau pertanyaan yang menarik untuk judul, atau mengandung kata rahasia, aneh, misterius, gaib, magic, dll, bisa menimbulkan rasa penasaran terhadap pembaca, sehingga ingin membaca tulisan kita. 

Begitu juga dengan content, content harus sesuai dan seimbang dengan judul. Content pun harus bisa berbicara. Be original! Menulis dengan gaya sendiri lebih baik, daripada meniru gaya orang lain. Sebenarnya, masing-masing dari kita itu, unik. Tergantung pribadi masing-masing. Maka dari itu; Menulislah sebagaimana kita berbicara! 

Ustd. Ma’mun Affany
Materi kedua oleh Ustd. Ma’mun Affany. Lulusan Pondok Modern Gontor ini, menerangkan tentang “Penerbitan Indie”. Jadi, bagaimana menerbitkan buku sendiri? Jika ingin menerbitkan buku dengan indie publishing harus punya keberanian. Apalagi untuk segmentasi, coba dibaca berulang-ulang. Kejelian penulis; timing yang tepat, judul yang tepat (minimal dua kata, dan maksimal 5 kata), memperhatikan segmen pasar, dan tema yang menarik. Untuk teknis penerbitan; ajukan ke ISBN perpusnas, design cover yang semenarik mungkin,  dan mengundang tanda tanya, dan juga pikirkan untuk percetakan yang berkualitas. 

Alhamdulillah, jadi tambah kece. :D


Alhamdulillah, tinggi kita setara. #EH
Acara yang dihadiri kurang lebih dari 50 Blogger ini, sangat bermanfaat sekali. Banyak mendatangkan orang-orang hebat dari dunia per-bloggeran dan dunia kepenulisan. Ada Pakdeh, Mbak Yuni, Mas Rinaldy, Cak Wigi, Cece Niar GGS (Gingsul-gingsul Sidoharjo), Mbak Ria Rochma, Mbak Dwi Puspita, dll. (Maaf, belum bisa sebutin satu-satu, :D). Yang penting, bertemu Mas Lalu dan Ustad Ma’mun, dan mendapatkan ilmu baru, terima kasih sekali. :D

11 comments:

  1. Meskipun belum sempet ngobrol, tapi senang bisa ketemu cewe alpukat yang kece ini. hehe
    Salam kenal ya, semoga bisa ngobrol dilain kesempatan :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbak Ria yang mana yaaa? Saya lupa, dan belum hapal semua. >,<
      Okey see you next time, aamiin. :D :*

      Delete
  2. Aya makasih sudah hadir di Sunday Sharing. Aku terharu dengan pengorbananmu datang ke Sunday Sharing, LALU beralih ke Balai Pemuda hehe..
    Lihat ekspresi Ustad Ma'mun pengen tertawa terus jadinya haha..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, LALU gede banget. LALU, aku juga masih keinget ekspresi siapa yang bikin ketawa hahahaha.
      Iya, Mbak Yuni, sama-sama. :D

      Delete
  3. Ayaaa...ternyata kita pernah ketemu di starbuck ya.
    Wajahmu kok spt kakak adik dengan Lalu. jodoo ki..lho :)
    dijiwit aya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Owalah, Mbak Tatit, kita pernah ketemu, tapi kemaren aku gak sempet ngobrol. Maap. Heheh
      Hahahahha, kakak adik, jodoh, semoga, *lah*

      Delete
  4. wih kayanya asyik banget meet upnya :))

    http://diarilogue.blogspot.com/2015/01/eh-kena-giliran-liebster-award.html

    ReplyDelete
  5. mantap, sangat menampar nih quotes nya mas lalu.
    menulis adalah bekerja untuk keabadian :")

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, quotenya Pram! Memang mantap. :))

      Delete
  6. jodoh nih ama mas Lalu sepertinya :)

    ReplyDelete