27 January 2015

MENULIS BUATMU TERANCAM KEREN – KF ROADSHOW SURABAYA



Kampus fiksi adalah pelatihan program menulis, yang diminati banyak dari penulis pemula. KampusFiksi tersebut start bulan April 2013. Angkatan pertama tanggal 27-28 April 2013. Semua peserta tinggal datang ke Jogja, dan tim akan menjemput. Dan, lebih hebohnya Free! Makan, nginep, sampai jalan-jalan dan buku-buku gratis. Bersama #TimTentor, pendiri #KampusFiksi mengajarkan mereka nulis dengan praktis. Setelah pelatihan , mereka yang serius dibimbing online olehnya dan tim, sampai mereka benar-benar bisa menulis novel yang layak terbit. 

Kampus Fiksi bukan hanya diselenggarakan di Jogja saja, kadang Kampus Fiksi juga menyelenggarakan di di berbagai kota, Surabaya misalnya; Kampus Fiksi RoadShow Surabaya, merupakan kali pertama diselenggarakan di Surabaya. Workshop tentang pelatihan penulisan tersebut, diadakan pada Minggu 25 Januari, tepatnya di Gedung Merah Putih, Balai Pemuda. Acara ini diselenggarakan tanpa dipungut biaya, sehingga pesertanya pun melebihi batas kuota yang ada. Dari kuota untuk 200 peserta, tapi yang hadir pun lebih dari itu. Karena workshop tersebut bersifat gratis, dan sangat bermanfaat, maka dari itu banyak calon penulis ataupun yang sudah jadi penulis hadir dalam acara tersebut. Pesertanya bukan hanya dari kota Surabaya saja, dari Mojokerto, Jombang, Malang, dan kota-kota lainnya. Acara tersebut diselenggarakan oleh Edi Mulyono, selaku pemilik Divapress, dan pendiri kampus fiksi.
 Acara yang dimulai pada pukul 10:00 WIB, dan dibuka oleh Avifah Ve diikuti dengan antusias peserta yang semangat. Sebelum memasuki materi yang akan diberikan, ada pemilihan UNSA (Untuk Sahabat) sebagai Ambassador 2015 adalah Ken Hanggara. Dan kemudian dilanjutkan untuk materi, yang mana ada dua pemateri dalam acara ini, yang pertama oleh Qurotul Ayun materi tentang; “Self Edit”. Materi yang menjelaskan tentang, proses membaca ulang karya sendiri sembari memerhatikan keutuhan cerita dan kelayakan baca.

Mengapa perlu Self Edit? Self Edit perlu, karena memperbesar kemungkinan naskah diterima penerbit. Yang perlu diperhatikan, dan diedit untuk naskah sendiri; Keutuhan cerita (POV Sudut pandang), logika cerita (Setting, waktu, tempat, tokoh), kalimat (tata bahasa yang baik, bukan membatasi gaya penulis), tanda baca dan kosakata (posisi dan typo). Tanda baca saja bisa menyelamtkan nyawa seseorang, misal memperhatikan kalimat “Ayo makan Ibu”. Harus dibandingkan dengan kalimat “Ayo makan, Ibu”. Selain itu, ada juga yang perlu diperhatikan adalah, dalam penggunaan kata yang seseuai dengan KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Maka dari itu, Self Edit pada dasarnya memang penting sekali. Bukan hanya untuk naskah yang ingin kita terbitkan, dalam penulisan di website pun sangat penting. Untuk mengurangi pembaca yang kurang paham dalam membaca artikel di website.

Pemateri kedua dijelaskan oleh rektor Kampus Fiksi adalah Edi Mulyono. Edi Akhiles pria kelahiran 13 November, yang lahir di Lalangon, Manding, Sumenep, Jawa Tengah. Suka juga pakai nama pena Edi Ah Iyubenu. Nama pertama kalinya adalah Herman Hidayatullah, lalu diganti Edi Mulyono. Ia pendiri #KampusFiksi pada 27 April 2013, sebuah program pelatihan menulis fiksi (Emas, Reguler, Spesial, dan RoadShow), dengan alumni yang sudah ribuan jumlahnya, yang sudah mencetak banyak cerpenis dan novelis. Dan, hebatnya, semua program yang didirikannya itu free!  Owner DivaPress ini sangat aktif di dunia literasi dan sastra. Ia menjelaskan tentang “Tips dan Trik Menulis Fiksi (Cerpen atau Novel)”. Banyak yang ia jelaskan dalam materi tersebut, dari Masalah-masalah umum teknik menulis, Writer’s Block, Bagaimana mencari ide unik dalam novel, dan sampai tentang Bagaimana cara memperkaya diksi. “Jangan percaya pada ingatanmu. Ketika ide datang, tuliskan! Simpan sebagai tabungan” kata pendiri Kampus Fiksi tersebut.

           Aku tanpamu, tidak bisa foto se-kece ini, Pak.
Terima kasih, sebanyak-banyaknya untuk penyelenggara, sudah mengadakan Kampus Fiksi Roadshow di kota kami Surabaya. Sangat bermanfaat! :D
           

14 comments:

  1. Saya juga pengin ikut acara ini loch, tapi belum daftar. Jadi saya ambil yang SS saja di Opak.
    Kalau ada lagi saya akan ikut
    Terima kasih infonya
    Salam hangat dari Surabaya

    ReplyDelete
  2. Wiih, komentar pertama dari Pakdhe, inggih Pakdhe, saya aja itu telat. Tnpa mendaftar pun, bisa lho Pakdhe. Salam kenal Pakdhe. :D

    ReplyDelete
  3. raditya dika juga pernah bilang, kalau menulis bisa membuat kita terlihat keren :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. ngomong2, followback blog dong :)
      hohoho

      Delete
    2. Iya, quote yang kece, kayak aku. :)
      Okeh, follback nanti kalau on via PC hhihihi :D

      Delete
  4. Terus setelah mengikuti pelatihan ini udah ada rencana buat novel atau sudah terbit novelnya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sedang (PROSES), Mas. Doakan saja. :))

      Delete
  5. amiien, pengen baca novel Aya deh

    ReplyDelete
  6. Sumenep itu Madura, Jawa Timur :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Astaga, bukan typo yang biasa. Terima kasih, Kak untuk pembenarannya. Iya, Sumenep itu Jawa Timur. :))

      Delete
  7. Resiko yang harus ditempuh seorang penulis adalah terancam menjadi keren :)

    ReplyDelete