12 February 2015

[14]- Undangan Pernikahan

DOKUMEN PRIBADI
            Kepada                       : Suami Orang

            Perihal                        : Minta Maaf

Selamat bahagia, semoga kaubahagia, dengan perempuanmu pasti. Tuhan mempertemukanmu dengan jodohmu, di mana? O, ya, sebelumnya saya minta maaf atas ketidakhadiranku, waktu itu. Bukannya saya sibuk, atau bagaimana. Tapi, memang semua jadwal sudah ditandai dengan acara saya. Iya, acara perkuliahan saya yang sangat memuakkan.  Bak obat pahit, yang dicampur dengan oplosan mengkudu dan jengkol. Bagaimana? Muak, bukan? Setelah pernikahanmu beberapa bulan ini, bagaimana? Kau bahagia tidak? Kontak BBM-mu tidak aktif, kenapa? Apa kau terlalu sibuk dengan istri barumu? Atau kau terlalu sibuk dengan bulan madu yang sangat mewah, atau sibuk dengan pekerjaanmu? Saya lupa, kapan pertemuan terakhir kita. Sepertinya lebaran tahun lalu. Itupun waktu kita bertemu di acara halal bihalal SD. Hahaha. Kita satu Taman Kanak-kanak juga, bukan? Bagaimana kalau kita mengadakan reuni juga? Sepertinya lebih asyik. Sebentar, saya mau bicara perihal pernikahanmu.  Saya ikut bahagia. Semoga kau cepat diberi keturunan. Tapi, kalau saya boleh request, jangan yang sepertimu. Kau sedikit menyebalkan. Suka membullyku, waktu itu. Tapi, saya maklumi, perempuan manis seperti saya, mana ada yang berani diam. Pasti bisanya digodain laki-laki, bahkan digodain perempuan pun sering. Hah?

            Kabarmu baik, bukan? Kau tidak usah mempertanyakan bagaimana kabarku. Saya sekarang baik-baik saja, mungkin terkadang hati saya sedikit sakit. Itupun tidak terlalu lama. Ya, wajar, pasti karena suatu hubungan. Kawan, saya akhir-akhir ini sering bingung. Tidak ada lagi teman sepertimu, yang mau saya mintai tolong. Hahaha, kamu sudah jadi suami orang. Saya tidak bisa mengojek gratis. Hmm, tapi tenang, saya sudah mandiri. Tidak seperti dulu. Kalau kau ada waktu, mainlah ke rumah saya. Di sana ada Ibuku, Ayahku, dan Kakak Adikku yang baik hati. Dan, ada saya juga yang manis sekali. Huekekekk. :D

            Saya minta maaf sekali lagi, untuk undangan pernikahan itu. Memang banyak yang mencariku untuk menghadiri pernikahanmu. Hm, ya kau tahu sendiri apa alasan saya. Pantas kaubilang setelah pernikahanmu tepat; “Kamu tamu yang kutunggu,” dan sejak itu, semua kontakmu tidak bisa dihubungi. Semoga kau bahagia, Kawan. 


            Tabik,


Hari ke-14 dalam program #30HariMenulisSuratCinta


1 comment:

  1. ohh.. udah 14 hari yaa. . .
    cepet amat. . . --"

    mungkin yang paling istimewa dari kisah #30HariMenulisSuratCinta adalah di surat pertama dan terakhir.. haha (((mungkin)))..

    ReplyDelete