Powered by Blogger.

[17]- Dear Anjani

by - February 15, 2015



Surat ketujuhbelas. *Menghela napas*. Anjani, kamu di mana? Saya setiap hari menghubungimu, tapi tidak pernah bisa. Gimana kabar kamu? Masih gemuk, kan? Masih sehat? Masih jomblo? Hahh? Anjani! Saya harus mencari kamu di mana? Kamu masih di Jogja? Saya pengin bertemu kamu, banyak sekali yang harus saya pertanyakan. Saya ingin bertanya mulai tentang tetanggamu yang menikah, mempelai perempuan yang gendut, sampai bikin kamu depresi. Saya juga ingin menanyakan tentang kejombloanmu, dan yang paling penting saya ingin menanyakan kamu kangen atau tidak dengan saya. Jelas kangen, kan? Saya tahu itu. O, ya saya juga pengin tanya perihal Manchester United. Kamu masih suka nonton bola, kan? Nonton bola bukan karena kamu lagi PDKT dengan cowok, kan? Iya, kan?

Anjani, maaf untuk saya yang selalu ingkar janji. Saya suka berjanji menemuimu di Jogja, tapi saya selalu lupa itu. Apalah saya ini? Saya cuma daging di dalam rendang, yang selalu dikira lengkuas.

Anjani.. apakah kamu ingat, kapan terakhir kali kita bertemu? Pertemuan yang berujung perpisahan, bukan? Perpisahan sesaat. Kedua kalinya kita bertemu, entah bulan apa. Saya lupa itu. Tapi, ingatan saya karenamu sangat lusuh. Anjani, sampai kapan kita bisa dipertemukan. Kapan kau akan membalas chat saya? Jani, ketahuilah, saya menuliskan surat ini, perihal kerinduan saya yang sangat dalam. Diri saya takkan gentar, untuk mengungkapkan kerinduan saya, Anjani. Saya sempat senang, kau berhasil kurus, karena pendakianmu ke gunung. Saya katakan kau cukup hebat, karena berat badanmu yang berkurang. Tapi, Anjani. Percuma kau kurus, kalau belum bertemu dengan saya lagi.

O, ya Anjani, terima kasih untuk pemberianmu, sebelum kita berpisah. Sepasang kaus, couple. Apa kaumengejekku, Anjani? Saya mau pakai kaus itu dengan siapa? Pacar? Saya masih menyimpannya, terima kasih. Foto-foto kita berdua pun, saya masih menyimpannya. Anjani, mari bertemu. 


Tabik, Kawan..

Hari ke-17 dalam program #30HariMenulisSuratCinta



You May Also Like

1 komentar

  1. hahah.. aku mah apa atuh, cuma lengkuas di dalam rendang, ketika diambil akhirnya bikin kecewa.. 😔

    ReplyDelete