21 February 2015

[23]- Mengagumimu Dalam Diam


            Surat keduapuluh tiga, untukmu yang saya kagumi. Sedari tujuh hari yang lalu, sampai dini hari. Kau tidak pernah berubah, padahal saya baru saja mengagumimu. Hanya kagum, bukan jatuh hati, apalagi sampai jatuh cinta. Sosok pria, yang belum saya temui raganya. Kau tidak bosan membuat berpuluh-puluh wanita kagum karenamu, wahai Tuan. Kalimat yang kautulis di beberapa sosial media, bisa mebuat perempuan candu membacanya. Mungkin, bukan hanya perempuan saja, tapi pria pun begitu. 

            Mudah sekali untuk saya dalam mengetahui segala sesuatumu. Saya bisa melihat beberapa postinganmu di beberapa sosial media. Tapi, mungkin itu tak cukup untuk menjawab sebuah fakta darimu, Tuan. Selalu ada yang kausembunyikan dari public. Mungkin, banyak perempuan juga yang jatuh cinta karena perangaimu. Dan, mungkin juga banyak pria yang cemburu, olehmu. 

            Tuan, berhentilah mengagumkan. Berhentilah mengeluarkan kalimat manis, dan indahmu. Berhentilah membuat perempuan jatuh cinta, karenamu. Persuntinglah perenpuan yang kaupilih, agar perempuan lain berhenti jatuh cinta padamu. Dan, berhentilah menjadikan perempuan, tidak dapat memilikimu. Termasuk saya, Tuan. Saya tidak pernah menjadikan hati ini jatuh padamu, tapi kagum karenamu. Terima kasih untuk semua yang kauucap di berbagai sosial media, banyak yang saya pelajari darimu.

            You’re the most amazing person, who choosen to shine even after all the storms they have been through “ –


Pengagummu dalam diam


Tabik, 


Hari ke-23 dalam program #30HariMenulisSuratCinta


6 comments:

  1. typo, uhhh!!!

    "Persuntinglah (((perenpuan))) yang kaupilih, agar perempuan lain berhenti jatuh cinta padamu." :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yaelahhhhh, maklum, gue kan juga manusia braih

      Delete
  2. Uhuk... bener juga, kalo emang kita gak bisa mendapat kepastian, persunting aja perempuan lain biar kita gak terlalu lama ngarep :3

    ReplyDelete