18 February 2015

[Lomba Blog Pegipegi] - Memahiri Sejarah Megalitikum Ngada, Flores

LET'S GO! (SUMBER FOTO)
            Saya mempunyai kisah nyata, karena dihina oleh wisatawan Belanda yang berkunjung ke Indonesia. Saat itu, saya benar-benar dipermalukan, oleh diri saya sendiri. Saya yang cukup bodoh belum mengetahui sejarah Indonesia. Pada suatu siang, saya berkunjung ke salah satu tempat yang bangunannya masih berasitektur gaya rumah Belanda. Kemudian, dia menepuk bahu saya dari belakang.

            Is it the Netherland’s building?” katanya sembari menghadapku. Dia yang bertubuh tinggi besar, dan kepala saya mendongak lumayan capek, karena jarak bibirnya dan kepala saya yang lumayan jauh. Mungkin saya terlalu mungil

            I don’t know” jawabku.

            You don’t dispite being Indonesian, know too less of Indonesian history. For your knowledge I didn’t go to school. And I came here to learn Indonesian’s history” tukasnya cepat, kemudian dia segera meninggalkan saya yang sudah bercucuran keringat. Begitu katanya ketika saya menjawab, belum tahu tentang bangunan tersebut. Saya belum memahami bangunan tersebut, karena saya juga termasuk salah satu pengunjung.

 Untuk saat itu dan sampai sekarang, saya benar-benar malu. Benar katanya, saya ini orang Indonesia tapi saya terlalu bodoh untuk mengetahui sejarah Indonesia. Padahal yang ditanyakan olehnya adalah sebagian kecil dari Indonesia. Bagaimana kalau dia menanyakan tentang hal lain? Tentang suatu tempat yang di luar pulau, mungkin. Apa bibir saya tidak menganga, karena malu? Maka dari itu, saya sedari kejadian tersebut saya benar-benar ingin mempelajari sejarah Indonesia, dengan berkunjung ke suatu tempat. 

***
            Dari cerita pengalaman saya tersebut, saya termotivasi untuk benar-benar belajar sejarah di Indonesia. Apalagi tentang tempat wisata yang sering dikunjungi wisatawan mancanegara. Beberapa hari yang lalu saya nyangkut di twitter @pegi_pegi . Saya lihat ada postingan gambar yang menarik, yaitu “Kampung Bena”. Saya teliti, dan cari tahu di berbagai blog
 
KAMPUNG BENA (SUMBER FOTO)
 Dan, adapun yang mebuat penasaran karena masyarakatnya mempunyai budaya yang sangat khas, sehingga membuat daerah Ngada dimasukkan Unesco ke dalam daftar tentatif World Heritage. Ada perkampungan megalitikum yang menarik di Ngada yaitu; Perkampungan Bena, atau sering juga disebut salah satu perkampungan megalitikum yang terletak di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur. Tepatnya di Desa Tiwuriwu, Kecamatan Aimere, sekitar 19 km selatan Bajawa. Kalian wajib tahu, di Kampung Bena dipertahankan budaya zaman batunya, yang tidak banyak berubah sejak 1.200 tahun yang lalu. Kalian sudah lahir? Kampung ini sudah cukup tua, kan bagi kalian? Kalian harus tahu di dalam perkampungan ini terdapat ada 9 suku yang menghuni 45 unit rumah, yaitu: Suku Dizi, Dizi Asi, Bena, Wahto, Deru Lalulewa, Deru Solamae, Ngada, Khipa dan Ago. Setiap satu suku berada dalam satu tingkat ketinggian. Rumah suku Bena sendiri berada di tengah-tengah. Karena suku Bena dianggap suku yang paling tua dan pendiri kampung maka, karena itu dinamai dengan nama Kampung Bena. 

Pengin tahu, sejarah dari suku-suku tersebut. Apalagi tentang bangunan yang menguhubungkan antara leluhur lelaki, dan bangunan yang menghubungkan leluhur perempuan. Jika kita lihat dari segi wilayah perkotaan, mungkin arti dari leluhur, sekarang sudah tidak dipedulikan, bukan? Inilah wajibnya kita mengunjungi Perkampungan Bena, Ngada untuk mengetahui sisi sejarahnya. 

TENUN IKAT KAMPUNG BENA (SUMBER FOTO)
Memangnya di Ngada hanya belajar sejarah di Perkampungan Bena? Jelas tidak. Berkunjung Ke Ngada bukan hanya sekadar traveling, kita juga dapat melihat aktivitas warga di Kampung Bena, misalnya menenun kain. Yang mana kriya dari Indonesia yang bernilai tinggi. Wajib disuarakan!
 
PEMANDIAN AIR PANAS MENGERUDA (SUMBER FOTO)
Setelah kita mengelilingi Bena, sebelum beranjak pergi ke hotel kita bisa mengunjungi pemandian air panas yang alami, Mengeruda. Namanya cukup absurd, tapi tempatnya bagus untuk merendam tubuh yang lelah mengelilingi suatu tempat. Banyak juga wisatawan yang berkunjung ke tempat pemandian air panas Mengeruda.

***
            Manusia suka sekali dengan berandai-andai. Salah satunya saya. Saya pengin keliling dunia, yang paling utama keliling Indonesia. Mimpi saya tinggi sekali ya? Gak papa lah, mungkin bisa jadi kenyataan, akan saya bawa kalian. Tapi budget sendiri-sendiri ya. Tenang, mudah sekali jalan menuju Ngada, hanya pesan tiket pesawat tujuan Flores, NTT. Dan akhirnya menuju Ende, di bandara H. Hasan Aroeboesman.  Kemudian akan menyusuri jalan darat (ke arah barat) menuju kota kabupaten Ngada. Kemungkinan, jaraknya sekitar 120 kilometer, dan saya akan menjamah Perkampungan Megalitikum tersebut bersama @pegi_pegi dan Koh @aMrazing. Setelah saya mendapat berbagai macam ilmu, karena tujuan saya bukan sekadar traveling, saya harus menyuarakan Ngada, salah satunya dengan menulisnya di blog.


             Semoga berkunjung ke tempat tesebut, dan mempelajari sejarahnya, agar saya banyak dapat ilmu, dan agar tidak dilecehkan lagi dengan kaum wisatawan mancanegara.
  

Sumber Tautan:




Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Pegipegi #BukanSekedarTraveling bersama  @pegi_pegi dan Koh @aMrazing
 
Salam Traveling!

 

6 comments:

  1. subhanallah...jaman skrg masih ada ya perkampungan megalithikum macam begitu, baru tau pisaaaan inih...Flores emg gk ada matinya yak, mudahan bisa kesana yaaaa.
    btw gd luck ngontesnya saaaaai ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayok, Ibu cantik, kita ke sini. :D

      Aamiin :*

      Delete
  2. Aku juga pengen banget ke kampung megalitikum ini, pengen liat bgt kebudayaan disana... semuanya serba tradisional yah

    semoga bisa kesana juga. sukses ya^^

    ReplyDelete
  3. Nice... :) suka. Semoga kita semua bisa mewujudkan impian keliling indonesia

    ReplyDelete