06 October 2015

Datsun Risers Expedition Melancong ke Pembuatan Pinisi, Bulukumba Sulawesi Selatan


Nenek moyangku orang pelaut
Gemar mengarung luas samudra
Menerjang ombak tiada takut
Menempuh badai sudah biasa
*****
pinisi bulukumba
Melancong ke Tempat Pembuatan Kapal Pinisi, Bulukumba Sulsel – Masih ingat tidak dengan lirik lagu tersebut? Kalau pernah muda, pasti ingat, dong. Ya, tatkala itu saya bersama tim Datsun Risers Expedition menuju tempat pembuatan kapal Pinisi. Kalian tahu tidak, kapal pinisi itu seperti apa? Mungkin banyak sekali yang mendengar atau belajar tentang kapal ini ketika duduk di bangku sekolah dasar. Dan, pada saat ini saya dan kawan-kawan Datsun Risers Expedition (DRE) berkesempatan berkunjung ke tempat pembuatan kapal pinisi di Bulukumba, Sulawesi Selatan. Kapal Pinisi sendiri adalah sebuah kapal layar tradisional yang terbuat dari kayu khas Indonesia. Sebuah jenis kapal yang menggunakan layar dan hembusan angin sebagai penggeraknya (jaman dahulu belum menggunakan mesin sebagai penggerak kapal). Di tengah kapal ada 2 buah tiang yang tingginya sekitar 35 meter, dengan 7 buah layar jenis Sekunar yang terpisah-pisah dari depan sampai belakang. Wah, Indonesia keren kan? Iya, pakai banget!
Lagi serius
keren
Nah, salah satunya pembuat kapal pinisi di Indonesia adalah Bulukumba, Sulawesi Selatan. Asal kalian tahu, berapa harga kapal pinisi ini, ya berkisar 2,3M. Bang, maharnya kapal pinisi sajalah, biar Abang bisa bawa Adik berlayar. Ehe. Harga yang mahal sesuai dengan kualitas yang bagus. Kapal Pinisi ini sangat besar, jadi pembuatannya pun cukup rumit dan sedikit lama. Pembuatannya pun dibikin oleh orang-orang tertentu, kebanyakan yang mengerjakaan pembuatan kapal pinisi ini adalah orang tua, dan sebagian juga dilakukan oleh pemuda Bulukumba.
mobilnya kapten
pejuang pinisi
Kapal Pinisi ini berukuran panjang sekitar 15-40 meter, ukurannya tergantung dari si pemesan. Dibuat dengan menggunakan peralatan yang sederhana, dan dikerjakan oleh tangan-tangan ahli sebanyak 10 orang (biasanya disebut sebagai Sawi) yang dipimpin oleh 1 orang. Seseorang ini biasa disebut sebagai Punggawa(kepala tukang). Semua bagian ini kapal dibuat dari kayu. Bahan utama untuk membuat kapal ini biasanya dari kayu jati, kayu besi, atau kayu jati. Perakitan Kapal Pinisi juga tidak menggunakan paku (paku besi). Papan kayu saling disatukan dan dipaku dengan menggunakan kayu sisa pembuatan badan kapal. Proses pembuatan kapal ini tergantung dari ukuran kapal, biasanya memakan waktu selama 1-2 tahun. Semakin besar kapal yang dibuat, maka waktu pembuatannya akan lebih lama. Oya, ketika kapal ini hendak dilayarkan ada ritual pemotongan kambing juga. Wahhh! Daebak! Amazing, akkk keren Indonesia keren!

Jadi gimana? Mau pesan pinisi buat mahar pernikahan kita, Bang? ^ ^

Tambahan sumber dari sini

Tabik, Manis ^ ^



9 comments:

  1. Salah satu tempat yang gak sempat saya kunjungi tahun lalu. Untungnya waktu ke rumah keluarga di desa lainnya pernah liat juga cara pembuatan kapal Phinisi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa, ini mahh kereenn bangettt mas :D

      Delete
  2. asiknya yg jalan2...aku mau juga jalan2 bareng adek aya..

    ReplyDelete
  3. Entahlah, dari dulu aku pengagum kapal Phinisi, mungkin karena hidup jadi anak nelayan :-D
    Bahkan sampai sekarang aku masih selalu takjub dengan kapal satu ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahhhh, kereennnn kerenn masss,semoga makin cinta sama kapal nenek moyang ini

      Delete
  4. aku liat pembuatan kapal di bengkel kapal ITS.. keren yah ternyata :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hah, iyakah, Mbakkk, adaa? Di ITS, baru tau -_-

      Delete