River Tubing di Gubugklakah, Goyang Ban sampai Lelah tapi Nagih

Wednesday, May 03, 2017

River Tubing, hm apasih? Kali pertama mendengar cukup bikin hati berdebar-debar sampai keringetan karena takut, akhirnya saya coba juga wisata river tubing di Ledok Amprong, Gubugklakah, Malang. River tubing yang biasa disebut dengan susur sungai dengan menggunakan ban dalam yang besar, ya seperti ban bis atau truk. (Bukan ban scooter). Di tengah-tengah ban terdapat alas duduk untuk menempatkan pantat yang bohay ini.
 
Perjalanan kali ini dimulai dari homestay, kebetulan saya menginap di kediaman Pak Anshori. Pemiliknya ramah, wajar saya gak mau pulang. Yess. Perjalanan dari Gubugklakah menuju Ledok Amprong menggunakan jeep, yang kapasitasnya 10 orang. Untung muat. Saya dan geng berdiri di bak jeep. Ya, biar terasa semilir-semilir angin.
kembang desa mau river tubing
muka dikondisikan, Mbak
Di depan jeep kami masih ada dua rombongan, mereka santai menaiki jeep tersebut. Namun entah kenapa giliran jeep kami, semua pada teriak “AKKKKKKKK” mungkin efek jalanan yang bebatuan dan perut satu sama lain digencet oleh teman yang lain. Gak kebayang kan jadi saya yang berlindung di pegangan paling depan. Paham kan, apa yang saya lindungi kali pertama, yaa semua aset saya (ASET), wkwkkwkw. 

Setelah teriak sampai bikin tenggorokan ini kering, akhirnya perjalanan yang berkisar 20 menit menuju lokasi tersebut sampai juga. Mata ini menjadi segar gara-gara melihat sungai dan rombongan di depan kami yang sudah mulai susur sungai. Hmm, kan jadi deg-degan.
Dan selanjutnya giliran rombongan kami, dipandu oleh guide, kemudian briefing. Kami diajari bagaimana menggunakan ban yang benar, dan meletakkan tangan agar tidak terkena bebatuan. Pertama letakkan pantat di tempat yang sudah disediakan, duduk se rilex mungkin, kaki di depan, dan kedua tangan di atas ban. Kenapa tangan di atas ban? Ya karena gak di samping ban. APASIH! Mulai dengan aba-aba si guide, yott “SLULUP SLULUP SLULUP!!” Ahsekkk.
persiapan river tubing
Mbak, gayanya tolong dikondisikan
Perjalanan menuju sungai sendiri tidak seperti yang saya bayangkan, saya kira di depan mata itu sungai, jadi tinggal nyemplung. Eh ternyata tidak, kami harus menyusuri daratan dulu, mau enak mah kudu susah dulu. Yes. Perjalanan menuju sungai sendiri berkisar 700 meter sampai 1KM. Akhirnya setelah ngos-ngosan sembari bawa ban yang segede gaban, sampai jugaaaa di sungai Ledok Amprong.

Giliran saya didorong oleh si guide, “Yook Mbak, jalaaan,” Whaaatsss. Aduh gimana nih, badan kok muter-muter sendiri. Di samping itu bebatuan besar di sekitar kami, yaaak, “BLUKK, DUMMM” nabrak satu dua batu, dan kemudian mengikuti arus. Susur sungai kali ini saya hanya menempuh jarak kurang lebih 750meter saja, karena lagi lagi dikejar waktu dan jadwal yang lain. Hfttt, tak apa mungkin esok kita jumpa lagi. 

Merasa tidak khawatir sama sekali, karena susur sungai ini kami dikawal oleh pemandu. Ya meskipun beberapa ngeselin dan gemesin, suka banget jailin saya. Kaget ketika di tengah-tengah ban saya kejepit batu dan si Bapak bilang “Goyang Mbak, goyang” wkwkwk duh kok ngilu ya. BHAHAHAHAK. Masih tetap sama, bannya terjepit. Dan langsung didorong, akhirnya bisa juga.
yaelah nyangkut pula
teman yang sayang, ya kayak gini, hiks
Selain itu, saya masih disiram-siram air sama si Bapak. Duh ngeselin kirain mau bantuin ban saya yang agak gak enak karena terjepit bebatuan (lagi). Perjalanan kami lanjutkan, lagi-lagi menabrak batu besar, terjun ke air yang deras, serempet kanan, serempet kiri.
Akhirnya perjalanan yang memakan waktu kurang lebih setengah jam tersebut sampai ke titik kumpul semula. Saya bertemu lagi dengan si Bapak, kirain mau nolongin saya berdiri ternyata dijatuhin, dan nyelem ke air. “Bapaaaak!!!” Beliau malah ketawa, hmmm. Baru juga munculin wajah ke permukaan air ternyata ada Tomi dari geng kami yang ikut-ikutan nyelemin saya. Allohuakbar! 
setelah river tubing
Pengalaman pertama susur sungai sangat menyenangkan, namun disayangkan “KENAPA CUMA SEBENTAR?” Ya, saya pikir susur sungai Amazon yang ada di Amerika. Halah, wehehehe. Jadi, jika kalian menuju Gubugklakah, jangan berpikir hanya ada Bromo saja namun ada juga beberapa eduwisata, seperti petik apel, perah susu sapi. 

Jadi, kapan kalian river tubing sambil goyang ban?

Tabik, 

(PS: Beberapa foto dari Mas Ghozaliq, idola semua umat)

More info
River Tubing Gubugklakah, Desa Gubugklakah, kec. Poncokusumo, Malang, Jawa Timur
CP: Pak Anshori (087859478177)



You Might Also Like

9 comments

  1. Yaowoh foto paling bawah mukaku nggak keliatan ahhahahah.
    Tapi jujur naik Jeep di sini aku tersiksa oleh gencetan kalian hahahahah.

    ReplyDelete
  2. Aya perasaan kok betah dikit terus ga mau pulang yak? bhahaya nih!

    Btw ekspresi kamu ki kalau takut malah lucu e :p jadi mungkin ituu yang bikin orang emesh emesh ga nolongin malah disiram-siram air :))

    ReplyDelete
  3. Tu kan apa wa bilang, jadi konten tuh. Berkesan. Eh, tapi yang dilemparin lumut nggak dimasukin juga ding?

    ReplyDelete
  4. Ku juga salah satu yang terjebak di antara dua batu gede. Sampe bingung ini gimana geraknya, padahal udah digoyang sampe pantat sakit. Hiks. Omong-omong Ayaaaa, mana fotomu sama bapak yang ketemu di Ledok Amprong itu? Kan bisa jadi foto story seru. Hahahaha.

    ReplyDelete
  5. Sayangnya memang hanya mengambil rute terpendek karena keterbatasan. Namun sepertinya tetap menggila sih...ahahhaa

    ReplyDelete
  6. Hahahha kamu strong dicelupin banyak umat mbak. Mesakke hahah tp jadi konten deh

    ReplyDelete
  7. kamu kenapa setiap ketemu bapak2, pasti betah g mau pulang sih?
    Cuma disuruh goyang ban aja sudah seneng banget. buahaha

    ReplyDelete
  8. Seruuu buanget, Aya!
    Selalu sedappp ngikutin feeds IG kamuu :)
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    ReplyDelete

cewealpukat friends

Komunitas

WARUNG BLOGGER
bLOGGER reporter

Member Of

kumpulan-emak-blogger