18 Jam bersama KMP Legundi Menuju Lombok

Tuesday, December 12, 2017

Naik kapal menuju Lombok? Gumamku melihat unggahan foto salah satu teman di sosial media. Berpikir sejenak, kenapa tidak? Dan aku memberanikan diri mencoba solo traveling, atau bisa juga disebut tidak ada teman jalan. Karena aku berada di titik di mana mengajak teman berjalan jauh dan jawabnya, “Maaf aku gak bisa”. Dan di mana waktu ketika aku pelesir, kemudian mengunggah foto, ia mudah membalas “Aku gak diajak”. Rasanya ingin mengepang bulu hidungku. Kesal, dan terlalu pelik dihadapkan kawan seperti itu.
swastamita
Karena jadwal KMP (Kapal Motor Penumpang) Legundi hanya di hari tertentu saja, jadi aku mulai persiapkan semuanya sebelum kepergianku menuju salah satu primadona pulau di Indonesia bagi pejalan sepertiku. Pada hari Sabtu aku melangsungkan pembelian tiket yang harus on the spot, ya meskipun bisa dipesan via online tetap saja di hari keberangkatan harus menuju Kantor ASDP. Dengan membayar 117.000 untuk orang dewasa sepertiku, KMP Legundi bisa kunikmati selama kurang lebih 18 jam.
sisi luar KMP Legundi
other side KMP Legundi
view Suramadu
Meskipun jadwal terlalu simpang siur, namun kepastian berangkat di hari hari Sabtu sudah ada. Jadi, pukul 14.00 WIB aku melakukan proses check in di Surabaya North Quay. Sembari melihat rombongan pria berjubah putih, berkalung surban, dan beberapa menggunakan tongkat di belakangku. Aku mulai tak acuh, siapa dan dari mana mereka, memang bukan urusanku. Sembari berjalan KMP Legundi di depan mata. Sungguh terik Surabaya waktu itu. Di belakangku berjalan dua orang pria dengan carrier di atas punggung. 

Bersyukur sudah, masih mendapatkan kursi di ruang VIP meskipun lagi-lagi aku bertemu dengan jamaah berjubah putih. Dan dua pria tadi, duduk di sofa belakangku. Sesekali si rambut cepak bertanya, “Mbak mau ke mana?”. Tapi aku memilih diam dan pura-pura tuli seketika. Entah, kenapa perjalanan kali ini aku sedikit was was dengan orang asing. Lagi-lagi ia menanyakan hal yang sama, “Mbak mau ke mana?”. Ingin ku jawab ketus, sudah jelas kapal ini akan membawa kami ke Lombok, kenapa pertanyaan seperti itu masih dilontarkan.”Lombok, Mas”. Aku pun menjawabnya dengan jelas. “Iya, maksud aku nih Lombok mananya?” Imbuhnya. “Senggigi”. Mungkin ia sedikit kesal denganku, perempuan yang tidak begitu berparas cantik, namun juteknya sangat amat tidak pantas. 
view deck atas
yang ujung jangan sampe lepas
minta fotoin orang
view di VIP
Hampir dua jam kapal ini masih sandar, dan tepat pukul 16:00 terdengar suara mesin menjalankannya. Terasa sudah ombak berombang-ambing, aku masih menyombongkan diri karena tidak terlalu mual seperti perjalanan daratan menggunakan mobil di akses jalan yang berliku-liku. Selayaknya penumpang kapal lain, aku memilih tidur, dan menyelimuti tubuhku dengan satu meter kain dari NTT. Belum juga menuju alam mimpi, suara microfon kapal berbunyi, menandakan untuk mengambil jatah makan di ruang ekonomi. 

Tidak begitu jauh berjalan menuju ruang ekonomi, namun sempat kaget jika dapur banyak sekali supir-supir bertato sedang bergurau. Aku memilih mengambil jatah makanku, sembari menunduk, dan lekas pergi dari tempat tersebut. Ruang duduk ekonomi menjadi tempat menyantap makananku, menu ayam kare dan kacang panjang, entah apa namanya dihidangkan di wadah sterofoam tersebut langsung ku santap, sesekali melihat laut dari batas jendela. Hujan pun tiba, butir-butir air hujan membasahi jendela. Begitu pun di luar kapal. 
hujan
makan sore
Setelah perutku merasa kenyang, dan hujan pun sedikit reda, aku memilih berdiam di deck atas, dekat dengan warung kecil yang menjajakan kopi, mie instan, makanan ringan dengan harga dua kali lipat dari daratan.  Sembari memerhatikan sekitar, di sekelilingku semua pria, mayoritas mereka sopir truck. Dan di ujung pagar pembatas aku melihat dua pria sedang bersenandung, mereka bercerita tak sadar swastamita pun tiba. Aku lekas membidiknya. Sunggu senja yang syahdu.
senja setelah hujan
berjamaah di mushola (kloter kedua)
suasana malam di dalam kapal
Adzan maghrib pun berkumandang, di sini juga tersedia mushola yang bisa menampung sekitar 50 orang. Sepertinya perempuan yang sembahyang di sini hanya sebagai minoritas, aku cukup melihat hanya 2 jamaah perempuan termasuk diriku. 

Setelah usai, aku memilih berdiam di deck atas lagi dan menyeruput kopi sachet yang ku beli. Sekitar pukul 20:00 tiba, aku kembali menuju ruang VIP. Sebenarnya tidak ada perbedaan antara VIP ataupun ekonomi, semuanya bisa memilih di mana saja. Sempat berbincang dengan awak kapal, ia yang meminta ID Facebook-ku. Ia banyak bercerita akan kapal ini, kapal yang masih berusia setahun rupanya masih sedikit orang yang tahu. Pantas jika interiornya pun masih bagus, bahkan toilet lebih nyaman daripada yang terdapat di kereta api. Bukan hanya itu, di sini juga tersedia kamar untuk mereka yang suka kemewahan, sewa kamar per malam 400.000 rupiah, semua fasilitas ada, dari kasur, toilet, air panas, dan lain sebagainya.
view di deck atas
sarapan
Gunung Agung
Sudah terlalu lelah akan panjang lebar kami bercerita, aku memiliki istirahat. Tidak terasa tidurku terlalu lelap, dan subuh pun tiba. Beberapa jamaah yang ku ceritakan di atas membangunkanku, sembari berdakwah. Aku hanya mengangguk, kemudian ikut dalam barisan jamaah salat subuh. Sungguh subuh yang sempurna. Usai subuh, lagi-lagi deck atas menjadi pilihanku, menunggu arunika, ternyata ia tertutup kabut. Tidak lama kemudian, sembari menunggu viw Gunung Agung terlihat,  lagu dari Amtenar yang bertajuk Lombok I Love You pun diputar.

sinar mentari pagi bangunkanku dari mimpi
butir embun putih bagai mutiara
di daun yang hijau
buih ombak putih menghiasi lautmu
yang birunya bagai hati seiring sunset
rembulan di pantai
senyum ramah penghunimu
oh sungguh pulau yang indah
membuatku tenang dan damai
lombok i love you

Sungguh pagi yang sempurna dengan penampakan Gunung Agung dan asapnya. Tidak terasa pukul 10:00 pun tiba, Pelabuhan Lembar sudah di depan mata. Welcome Lombok!

Short Tips:

  • Perjalanan KMP Legundi Surabaya-Lombok hanya ada pada hari Sabtu dan Selasa, sedangkan Lombok-Surabaya pada hari Minggu dan Rabu.
  • Tiket hanya bisa dibeli di ASDP sebelum keberangkatan pukul 14:00, tapi terkadang telat sampai pukul 16:00
  • Dengan harga 117.000 untuk satu orang dewasa, sudah mendapatkan makan dua kali
  • Untuk info lebih lanjut silakan datang ke Kantor ASDP tidak jauh dari North Quay

Tabik,

Semoga bermanfaat

You Might Also Like

13 comments

  1. Tetep yang kutunggu adalah apakah di sini dapat kenalan atau tidak. Setidaknya ada yg minta facebook berarti dapat kenalan. Nggak kebayang kan 18 jam diam tanpa bawa buku atau apa ahhahahaha.

    Enak kalau sudah bisa pesan online tiket kapalnya. Berharap kapal karimunjawa pun sama bisa online :-D

    ReplyDelete
  2. Wah...kapalnya bersih..kapan hari lihat fotonya teman yang lagi di KMP Legundi kelihatannya kucel banget soalnya. Hihihi..

    Kalau kapalnya kayak yang Aya naikin ini sih kita mah jadi pengen cuss ke Surabaya pakai Legundi..xixixiix..

    ReplyDelete
  3. Aku kayaknya gak sanggup 18 jam di kapal, lembar-padangbai yang 5 jam aja udah ampun-ampun apalagi ini.

    Salut! Bisa kuat naik kapal 18 jam, sendirian pula.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Soalnya bersih, jadi aku kuat meskipun sendiri wkwkkw

      Delete
  4. Paragraf pertama langsung dibuat ngakak ama dramatisasi 😂 kurang panjang ceritanya Ay, mabok laut ora?

    117 Ribu dapet makan 2X,murah meriah banget itu. Ada wifi nggak di KMP itu?

    ReplyDelete
    Replies
    1. sayang belum ada wifi, tapi sinyal masih oke wkwkww

      Delete
  5. Berarti kalau PP naik kapal ke Lombok mininal 4 hari dong ya. Kapalnya bagus, ombaknya bikin pusing ga?

    ReplyDelete
  6. Tampak resik kapalnya tp mana tahan 18jam e rek. Itu menu sarapan siang malam sama plek ya? Potonya kok ndak berubah?��

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak, menunya agak sama, ayam lagi ayam lagi wkwkkwkw

      Delete

cewealpukat friends

Komunitas

WARUNG BLOGGER
bLOGGER reporter

Member Of

kumpulan-emak-blogger