03 June 2016

Tukang Bangunan, Bersertifikasi? Perlukah?

REGISTRASI TUKANG
Tukang Bangunan, Bersertifikasi? Perlukah?Tukang bangunan merupakan profesi yang menurut beberapa orang adalah salah satu profesi yang mungkin dipandang sebelah mata. Dipandang dengan nada sinis. Pekerja kasar, pekerja serabutan dan predikat-predikat minus lainnya. Namun, pernahkah terbesit dalam benak kita bagaimana jika tak ada tukang bangunan di dalam kehidupan kita sehari-hari?

Bagi saya pribadi, tukang bangunan merupakan sosok pahlawan dalam bentuk lain. Meski tak berperang dan membela kedaulatan negara kesatuan republik indonesia dari serangan penjajah, tukang bangunan merupakan pahlawan bagi keluarga mereka. Tulang punggung, ujung tombak dalam kelangsungan keluarga.  Jika tukang bangunan yang selalu dianggap segelintir orang merupakan pekerja kelas bawah, pekerja kasar, dan predikat lainnya memiliki setifikasi layaknya profesi lainnya, bagaimana tanggapan kita?
Meski masih menjadi berita aneh untuk orang umum (termasuk saya) tentang sertifikasi tukang bangunan, namun Sudah bukan hal yang aneh jika kini tukang bangunan telah memiliki sertifikat profesi berkat usaha dan kerja keras yang dilakukan oleh PT Semen Gresik. Di tahun ini, PT Semen Gresik sudah konsisten selama 10 tahun melakukan pelatihan kepada para Tukang bangunan (edutrain). Dimulai dari tahun 2007 hingga sekarang, sudah terdapat sekitar 5.000 tukang bangunan bersertifikasi dari total peserta pelatihan yang berjumlah 11.500 orang.

Di tahun ini, EduTrain diadakan di Hotel Slamet – Mojokerto, Jawa Timur dari tanggal 1 sampai 3 Juni 2016 dengan tema “Pembekalan Dan Fasilitas Uji Kompetensi, Tukang Bangunan Umum Menggunakan Mobile Training Unit (MTU)” sekitar lebih dari seratus tukang dari daerah Mojokerto dan sekitarnya ikut dalam acara ini.
Menurut Wakhid Fahriandanu selaku Kasi Komunikasi Pemasaran Semen Gresik, Acara edutrain merupakan salah satu bentuk kepedulian PT Semen Gresik sebagai perusahaan BUMN 

Dalam membantu tukang bangunan agar mampu bersaing dengan pekerja bangunan yang berasal dari daerah lain di Indonesia. Lebih dari itu, mampu bersaing dengan pekerja dari Negara lain dengan berlakunya era Masyarakat Ekonomi Asean atau MEA.
Hadir juga bapak Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Timur, Gentur Prihantoro.  dalam sambutannya, beliau menjelaskan bahwa PT Semen Gresik merupakan salah satu perusahaan yang dikelola dan dimiliki oleh bangsa kita sendiri.  Banyak  merk semen serupa  yang beredar, dengan kualitas yang dimiliki oleh  PT Semen Gresik, PT Semen Gresik  mampu bersaing dengan produk lain sampai sekarang.

Menyinggung masalah masuknya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) di Indonesia, bapak Gentur menjelaskan bahwa kita perlu menghasilkan para tukang-tukang bangunan yang profesional. Cakap serta cerdas. Untuk itulah, perlunya diadakannya pelatihan sertifikasi guna bekal untuk para tukang bersaing dengan tenaga dari Negara lain.
Masih menurut beliau, Malaysia merupakan salah satu Negara yang selalu memperhatikan para pekerja bangunan yang sedang bekerja dengan meminta sertifikasi yang dimiliki oleh pekerja yang sedang berada di lapangan. Apabila didapati para pekerja tidak memiliki setifikasi, maka secara operasional, pekerjaan tersebut akan dihentikan.
sambutan dari Pak Danu
Sebenarnya tukang-tukang yang ikut serta dalam acara edutrain ini merupakan para tenaga yang memang sudah ahli di bidang pertukangan dan bangunan, namun dalam hal ini, para tukang mendapati ilmunya secara turun temurun (otodidak), untuk itulah pihak PT Semen Gresik memberikan bekal berupa materi dan ilmu, seperti tips-tips dan teknik lain dalam pertukangan yang selama ini belum diketahui oleh para tukang. Hal ini bertujuan agar tukang yang telah mengikuti pelatihan mampu lebih bekerja dengan baik, dengan ilmu dan teknologi yang semakin berkembang. Tidak terpaku kepada ilmu otodidak yang mereka memiliki.


Pelatihan ini dibawakan oleh  trainer dari VEDC Malang dengan materi berupa: Pemasangan bata, Pemasangan kusen dan pembesian,  Pembuatan kolom atau rakitan untuk beton (bekesting) dan Pasang plester dan keramik. Selain materi yang diberikan, peserta  juga nantinya akan diberikan kesempatan untuk mempraktekan semua teori yang sudah disampaikan para trainer.
Inti dari kegiatan ini tak hanya pelatihan dengan materi yang diberikan kepada peserta, lebih dari itu, Semen Gresik sebagai pengayom akan membangun suatu jaringan virtual yang dihubungkan melalui kartu simcard yang dibagikan secara gratis. Banyak program yang akan ditawarkan setelah pelatihan selesai diadakan seperti, arisan tukang  bagi anggota yang sudah terdaftar. undian berhadiah dari  PT Semen Gresik, poin yang akan di transfer ke pulsa masing-masing nomor peserta pelatihan.selain itu, PT Semen Gresik menyediakan semacam pusat panggilan (call center) “tukang” untuk menjebatani antara peserta pelatihan untuk tetap bisa berkomunikasi dengan PT Semen Gresik. 


Tabik, 


Semoga bermanfaat ^ ^






5 comments:

  1. gak nyangka.... aya ikut sertifikasi tukang bangunan
    kamu bagian apa neng? ngaduk semen ta hahahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyadongg, aku bagian ngecor, ngebor, wkwk

      Delete
  2. Bener banget, sertifikasi itu bagus loh. Soalnya di luar nekheri tukang bangunan itu ga asal2an kerjanya. Kadang suka nemuin kasus tukang bangunan yang kerjanya lelet tapi duitnya minta cepet, belum lagi hasilnya suka mengecewakan. Kalau kaya gini kan mau ga mau mereka harus profesional dan optimal dalam kerja ya.

    ReplyDelete
  3. sekarang tukang bangunan itu sudah bisa jadi profesi yang menggiurkan bagi sebagian orang,karena bayarannya yang bisa bersaing dengan jenis profesi lain. meskipun belum bersertifikasi,tapi masih ada tukang yang kerjanya sangat profesional dan hasilnya juga tidak abal-abal.

    ReplyDelete
  4. Luar biasa yak. Komitmen Semen Indonesia memang cethaaar

    ReplyDelete