19 September 2016

Merayakan Kebahagiaan di Mandalawangi Cibodas


Buper Mandalawangi Cibodas – ini cerita lama, tapi baru bisa ditulis. Hehehe, karena saya sedang terlalu bahagia. Sebelumnya, saya berterima kasih kepada seseorang yang sudah mengisi ruang ruang kecil di hati saya. Karena selama dua tahun lalu, saya pernah mengalami sakit hati berkepanjangan. Dasar anak muda, galau mulu etdah. Yaudahlah ya, lupain yang sedih-sedih, saatnya bergembira. Asek.

Sebenarnya sebelum kita piknik, ada drama. Dia yang marah-marah gara-gara saya jarang ke Jakarta. Okey, map ya, Maz yang gantengnya tiada tara budiman. Perjalanan menuju Bogor bersama mantan (gebetan). Sebenarnya sih bingung, mau pergi ke mana. Okey, kita putuskan pergi ke Bogor. Di setiap perjalanan bawaannya mau mewek terus. Takut waktu ini berakhir terlalu cepat. Hiks. 



orang paling santai!

ronde time


 milkyway yang gagal, sedih

jangan lupa bawa koper gaes, wahhaha

cilok dulu gaes

kadal buntung

Sebelum menuju puncak, kita sempatkan dulu makan. Yippi, akhirnya bisa makan sate maranggi khas Purwakarta itu. Kemudian kami melanjutkan perjalanan menuju puncak. Hawanya dingin-dingin minta peluk, tapi ya kok belum dihalalin. *kode* Setelah kenyang, kami langsung menuju tempat yang kami idam-idamkan dari kemarin, ya.. Mandalawangi. Namanya unik, apalagi bersamanya.
Ada resah di sini, ada kesedihan yang kami tutup-tutupi setiap perjalanan. Saya sempat menangis, dan ia menenangkan.

“Kita terus seperti ini, kan?” tanyaku sembari berjalan menuju loket masuk.

“Semoga”

“Kok kamu simple banget, kayak gak punya beban!” ia tak banyak omong, pandai menghindar dari topik masalah kita. Memang, banyak sekali derama di antara kita; sedari LDR, dan sampai belum direstui orang tua saya, hanya karena RAS! Hehehe, padahal semboyannya Indonesia Bhinneka Tunggal Ika, seharusnya orangtua paham itu. *Ciyaaaatt curhat terselubung* wkwkkwkw. (doain langgeng aja ya, muach!)

Sesampai di Mandalawangi, kami banyak melihat rombongan anak sekolah sedang pramuka. Mereka bersorak-sorak gembira, tertawa, tidak seperti saya kala itu. Hm,, ya Mandalawangi ini wajar jika ramai ketika weekend, karena orang-orang kota sering berdamai dengan alam waktu itu. Bumi perkemahan di sini memiliki banyak blok, di antaranya; ada blok pinus. Yang lainnya saya lupa, wahahahhak!

 foto merem, biar apa sih?

 sehat mbak?

biar apa mbak foto kayak gini?
Yang Menarik di Mandalawangi bukan hanya bupernya saja yang menarik, di sini juga ada fasilitas outbound. Kalian juga bias menyewa tenda di sini jika camping bersama keluarga, toilet pun ada dan lumayan banyak dan bersih (lumayan). Kalau lapar? Tenang, di sini ada orang jualan, pagi ada Ibu-ibu yang jual kue, siang ada tukang cilok, malam ada ronde. Bukan hanya itu, di sini juga banyak warung. Waaaah, lengkap bukan? Eits, di sini juga area mendayung. Untuk mendayung sih, satu jamnya 25 ribu rupiah. Ada juga sewa alat camping. Wihhh, kalian tinggal bawa badan aja sama duit. Karena di sini fasilitasnya sudah lumayan lengkap. 


 yang di belakang tolong diamankan Pak Satpol PP


Di sini tempatnya selfieable, kalau pagi kalian akan disuguhkan dengan pemandangan Gunung Gede Pangrango. Maka dari itu, kalau mau camping harus tau tempat yang cocok nih. Untuk harga tiket jika pengin camping sekitar 27.500/orang, kalau kalian pengin keliling-keliling saja tiket masuknya 13.500/orang. Lumayan murah bukan? Kalau saya di sini, lebih suka ke area bukit golf. Bayangin, di bukit hijau nan luas itu isinya kami berdua saja. Wahahhaha, entah orang-orang ini tidak tau ada pemandangan yang bagus, atau sudah bosan juga saya tidak mengerti. Dan bukan hanya itu, kalau mau basah-basahan bisa di sungainya, dan ada air terjunnya kok. Tapi, sedikit kesal dengan air terjun di sini, jalannya jauh tapi air terjunnya gak seperti yang kita bayangkan. Air terjun Rawa Gede kecil banget. Hiks. Gak papa, yang penting jalannya bersama mamas yang lucunya kayak bayi (bayi tapir).

Jadi, weekend ini kalian mau ke mana neh gaes kalo leh taw? *disambit Mas Ivan Laninn*

Tabik, semoga bermanfaat ^ ^


22 comments:

  1. Replies
    1. dianya motoin, Mbak, :((

      tenang, ini ndak pencitraan :(((((

      Delete
  2. Dari kapan tau pengen banget ke tempat ini, tapi belum kesampaian juga.
    Mainnya cuma sampe Kebun Raya Bogor aja sih. :(

    Ohmungkin nunggu ada yang ngisi ruang kecil di hati juga ya biar bisa ke sini, Mba Ay..
    *ehgimana

    ReplyDelete
  3. wiih keren aya, aku juga pernah kemari

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah iyakaaah, emangg keren mbakk hehhe

      Delete
  4. Wah tempatnya keren nih bisa buat referensi :D

    ReplyDelete
  5. Duuuu kok baca ini aku berujung baper ya? Semog langgeng ya kalian.

    ReplyDelete
  6. wawwww tempatnya bagus banget ini, saya pun belum pernah berkunjung ke tempat seindah ini...

    ReplyDelete
  7. Aku pas kesini lewat doang karena sama rombongan langsung naik ke TNGGP. Kempingable pisaan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa, Mbak, ah sayang aku ndak ke TNGP :((

      Delete
  8. Kalo sakit hati larinya jauh amat ke Cibodas :D ke kenjeran aja ebih bagus

    ReplyDelete
  9. Ih manja banget tuch cilok dengan 4 varian isi nya hahaha
    Di deket rumah, cuman ada cilok isi cabe rawit jadi pedes

    ReplyDelete
    Replies
    1. wakakkaka, apaan itu mah boong, isinya cabe semua wkwkkww

      Delete
  10. pernah ke cibodas tapi ga kemping. mungkin harus balik lagi kesana yaa :D

    ReplyDelete